Belum Miliki SIM, Siswa Dilarang Bawa Kendaraan Kesekolah

Sekretaris Dishubkominfo Banda Aceh Bustami melakukan sosialisasi di sekolah SMA 3 Banda Aceh

Banda Aceh (kanalaceh.com) – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Banda Aceh terus melakukan sosialisasi tentang Penyelenggaraan Angkutan Massal Bus Trans Koetaradja kepada masyarakat terutama para pelajar.
Sosialisasi angkutan massal Bus Trans Koetaradja dilakukan di beberapa sekolah di wilayah Banda Aceh, yakni di SMAN 12, SMAN 3, dan SMAN 4, dan SMPN 6 Banda Aceh.

Sekretaris Dishubkominfo Banda Aceh Bustami menyatakan, bagi siswa yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dilarang untuk membawa kendaraannya ke sekolah.

“Bagi yang belum memiliki SIM bisa menggunakan fasilitas angkutan massal Bus Trans Koetaradja, sesuai dengan koridor daerah masing-masing,”ungkap Bustami, Senin (19/10) di Banda Aceh.
Saat melakukan sosialisasi ke sekolah SMA 3 Banda Aceh tersebut, Bustami menyebutkan bus angkutan massal akan beroperasi dari pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB.

Lebih lanjut, Bustami menambahkan, untuk koridor angkutan massal kota Banda Aceh dan sekitarnya terbagi atas 4 (empat) koridor utama antara lain koridor 1 meliputi Pelabuhan Ulee Lheue– Terminal APK Keudah – Bandara SIM, Koridor 2 meliputi Terminal APK Keudah – Darussalam, Koridor 3 meliputi Terminal APK Keudah – Mata Ie, sedangkan Koridor 4 meliputi Terminal APK Keudah – Lhoknga.

Sementara itu, Kadishubkominfo Muzakkir berharap kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat agar program tersebut nantinya berjalan sesuai harapan yang telah direncanakan.

Karena menurutnya, persoalan transportasi di Kota Banda Aceh sesegera mungkin diatasi. Karena jika berlarut, akan menjadi permasalahan besar dan rumit sehingga semakin sulit dipecahkan.

“Saya rasa perubahan untuk kebaikan harus kita dukung dan harus dilakukan, yang terpenting komitmen waktu yang harus dijaga agar siswa sekolah tidak terlambat,” ujar Kepala Sekolah SMA 3 Banda Aceh, Anwar Sanusi.

Ia merasa optimis bahwa siswa yang merasa keberatan untuk menggunakan angkutan Trans Koetaradja, nantinya akan terbiasa untuk menggunakan jasa angkutan tersebut.

“Anak-anak yang sudah terbiasa menggunakan kendaraan pribadi mungkin akan merasa keberatan, tapi saya yakin mereka nantinya akan terbiasa dengan Trans Koetaradja,” katanya.(T. Irawan)

Komentar Facebook
Ads