Inilah 5 Isu Strategis Pembangunan Aceh 2016

Ilustrasi. Tol trans-sumatera

Banda Aceh (kanalaceh.com) – Pemerintah Aceh untuk tahun 2016 telah menentukan arah dan kebijakan pembangunan, yang tentunya selaras dengan semangat Nawacita. Salah satu dari kelima isu strategis itu adalah pengembangan dan revitalisasi kawasan-kawasan strategis yang memiliki potensi ekonomi dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi di tingkat global dan regional.

Demikian diungkapkan Kepala Bappeda Aceh Prof Abubakar A Karim, kepada kanalaceh.com baru-baru ini, di Banda Aceh.

Selain itu, lanjut Prof Abubakar, Pemerintah Aceh juga akan memastikan kemudahan serta mendorong pertumbuhan investasi yang terkait dengan pengembangan agroindustri serta penuntasan akses jalan yang menjangkau wilayah terisolir.

Isu strategis lainnya adalah penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh secara signifikan. Kemudian peningkatan nilai tambah produk komoditas unggulan agar menunjukkan hasil yang lebih nyata. Dan terakhir, pencapaian tujuan pembangunan Millenium khususnya pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Dengan arah dan kebijakan tersebut, Aceh menetapkan ada 5 (lima) isu strategis pembangunan di tahun 2016, yaitu: Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, peningkatan infrastruktur dan investasi, peningkatan nilai tambah produk pertanian, dan reformasi birokrasi termasuk di dalamnya Dinul Islam, adat dan budaya, serta keberlanjutan perdamaian,” jelas Profesor yang juga mengajar di Universitas Syiah Kuala ini.

Dengan lima isu strategis tersebut, Pemerintah Aceh memproyeksi anggaran dengan Nawa Cita alias prioritas pembangunan yang diusung lima tahun ke depan, sebagai kelanjutan RPJMA yang merupakan program dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. [TM]

Komentar Facebook
Ucapan pelantikan Gubernur dan wakil gubernur dari kantor keuangan