LION ENERGY Tertarik Kembangkan Industri Migas Non-Konvensional di Aceh

LION ENERGY Tertarik Kembangkan Industri Migas Non-Konvensional di Aceh
Managing Director and CEO Lion Energy, Kim Morrison dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (1/12)

Banda Aceh – Perusahaan yang bergerak dibidang migas, Lion Energy Limited menyampaikan keinginannya untuk kerjasama dengan Pemerintah Aceh dalam mengembangkan potensi industri migas non-konvensional di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Managing Director and CEO Lion Energy, Kim Morrison dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (1/12)

“Aceh memiliki potensi minyak dan gas yang cukup besar yang masih belum ter explorasi, untuk itu kami sangat ingin berpartisipasi dalam mengembangkan industri migas non-konvensional di Aceh” kata Kim Morrison.

Ia menjelaskan, Lion Energy sudah sangat berpengalaman dalam explorasi dan produksi migas di Indonesia dan telah beroperasi selama lebih dari 15 tahun di Indonesia dan sudah memiliki dua kontrak bagi hasil (PSC), Seram (2,5 persen) dan South Block A (35 persen)

“Saat ini kita sedang mengembangkan industri migas non-konvensional bekerjasama dengan beberapa universitas yang ada di Indonesia, kita juga akan mencoba untuk bekerjasama dengan Unsyiah” ujarnya

Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah sangat mengapresiasi dan menyambut baik keinginan Lion Energy untuk berinvestasi dan bekerjasama dengan Pemerintah Aceh.

Zaini mengungkapkan, Pemerintah Aceh sedang dalam proses pembentukan Badan Pengelola Minyak dan Gas Aceh (BPMA), yang nantinya akan menangani semua hal berkaitan dengan pengelolaan migas di Aceh. Untuk itu, Gubernur berharap agar kerjasama antara pemerintah Aceh dan Lion Energy dapat dilakukan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Anwar Muhamamd, Kepala BP2T Aceh Jalaluddin, Kepala Biro Ekonomi M Raudhi dan Kepala Biro Humas Setda Aceg, Frans Dellian. [Taufik]

Komentar Facebook
Ucapan pelantikan Gubernur dan wakil gubernur dari kantor keuangan