Pentaskan Monolog Cut Nyak Dhien, Ine Febrianti Terharu

Pentaskan Monolog Cut Nyak Dhien
Pentaskan Monolog Cut Nyak Dhien, Ine Febrianti Terharu

Banda Aceh (KANAL ACEH) – Dalam acara Kongres Peradaban Aceh (KPA), Aktris nasional Ine Febrianti mementaskan monolog pahlawan Aceh, Cut Nyak Dhien yang digelar di gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (9/12) malam.

Pementasan yang berlangsung selama 40 menit ini membuat Ine Febrianti terharu. Dirinya merasa bisa membawa pulang Cut Nyak Dhien ke tanah kelahirannya.

“Saya merasa beliau (Cut Nyak Dhien, red) dicabut dari akarnya di Sumedang, malam ini saya merasa dia memeluk dan mengucapkan terima kasih bisa dihadirkan ke sini,” kata perempuan kelahiran Semarang, 18 Februari 1976.

Saat ditanyai tentang seberapa susah memerankan sosok Cut Nyak Dhien, Ine menjawab, mungkin dirinya dimudahkan untuk mendekatkan diri seperti Cut Nyak Dhien.

“Saya juga tidak tahu apa betul-betul dekat, tapi itu representasi saya,” ujar Ine kepada kanalaceh.com.

Ine juga merasa heran karena tiba-tiba bisa berbicara dengan logat seperti orang Aceh, padahal dirinya baru pertama kali ke provinsi paling barat Indonesia ini.

Monolog tersebut bercerita tentang perjalanan hidup panglima perang perempuan Serambi Mekkah, Cut Nyak Dhien yang menikah dengan suami pertama Tengku Ibrahim yang meninggal dalam perang melawan Belanda.

Setelah itu Cut Nyak Dhien menikah dengan Teuku Umar. Di pernikahan kedua Teuku Umar mengalami hal yang serupa.

Pementasan ini juga bercerita tentang spirit Cut Nyak Dhien sebagai sosok perempuan yang mencintai suami, anak, dan tanah air, serta tangguh di medan perang.

Untuk diketahui pementasan monolog Cut Nyak Dhien yang dimainkan oleh Ine Febrianti di Aceh ini merupakan penampilan keenamnya. Nantinya, April 2016 pementasan ini akan dimainkan di Belanda. [Aidil Saputra]

Komentar Facebook
Ucapan pelantikan Gubernur dan wakil gubernur dari kantor keuangan