Pesantren BTRG Ulee Kareng Terbakar

--Ads--
loading...

BANDA ACEH – Pesantren Baldatul Taibatun Warabbul Ghafur (BTRG), Desa Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Senin (16/11) dilaporkan terbakar.

Api yang belum diketahui sumbernya tersebut, tiba tiba membesar dan menghauskan setidaknya 10 kamar tidur santri.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada pukul 10.30 WIB tersebut, membuat sebagian besar santri di pesantren panik, dan sebagian diantaranya pingsan. Petugas pemadam kebarakan baru tiba dilokasi setelah 25 menit terjadinya kebakaran.

Ads

Pimpinan Yayasan BTRG, Tgk Murhaban mengaku sangat kaget mendapati pesantren yang ia pimpin terbakar. Karena ia baru saja sampai di rumah dan melihat ada asap mengepul dari lantai dua. “Saya baru pulang tadi, baru 5 menit sampai ke pesantren,” kata Tgk Murhaban, Senin (16/11) di lokasi kejadian.

Saat kebakaran terjadi hampir semua santri dan staf pengajar sebanyak 65 orang tidak berada di tempat. Hanya ada beberapa santri yang masuk sekolah sore masih berada dalam kamar di lantai dua. “Alhamdulillah semua selamat, tapi saya belum tau apakah ada yang luka-luka,” imbuhnya.

Adapun jumlah santri yang tinggl di pesantren ini 32 santri masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), 18 siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) dan 7 masih duduk di bangku Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) di Ulee Kareng.

Untuk sementara, katanya, santri yang kamarnya terbakar akan di relokasi ke gedung sebelah yang masih utuh. Saat ini beberapa santri sedang bekerja untuk membersihkan puing-puing bekas kebakaran.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Tarmizi Yahya mengatakan, pihak pemerintah akan membantu bantuan masa panik. Termasuk akan membantu mencerikan tempat relokasi sementara santri yang kamarnya terbakar.

“Sudah ada toko milik Mustafa AB meminjamkan untuk tempat tinggal santri sementara,” kata Tarmizi Yahya.

Kalau tidak muat pada toko tersebut, kata Tarmizi Yahya, pihak pemerintah akan mencarikan tempat lainnya agar santri memiliki tempat singgah sementara. Sehingga bisa tetap menjalan aktivitas dan bersekolah seperti biasa. [saky]