Aceh Tingkatkan Promosi Kopi di Eropa

20160107101444_IMG_5109-01
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyambut kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Swedia, Bagas Hapsoro di Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Kamis (7/1) (Dok. Humas Aceh)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (Kanal Aceh) – Pemerintah Aceh akan terus mempromosikan kopi jenis arabika Gayo sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan di Eropa, khususnya di negara-negara Skandinavia.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah saat menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Swedia, Bagas Hapsoro di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (7/1).

“Khusus untuk kopi, Aceh dikenal memiliki kopi yang berkualitas tinggi, terutama yang berasal dari dataran tinggi Gayo. Bahkan bisa dikatakan bahwa wilayah ini merupakan penghasil kopi jenis arabica terbesar di Indonesia,” ujar Zaini.

Ads

Menurut Zaini, dari hasil partisipasi tim Pemerintah Aceh pada World Coffee Expo di Gohtenborg, Swedia beberapa waktu lalu, kopi arabika Gayo dikatakan sangat diminati oleh masyarakat Swedia dan negara Skandinavia lainnya yang merupakan salah satu komsumen kopi terbesar di kawasan Eropa.


The Soul of Arabica, tema Festival Coffee Banda Aceh

2016, Banda Aceh International Festival Coffee


“Minat para investor Eropa pada komoditas kopi asal Aceh juga sudah terjalin baik, bahkan rombongan dari Specialty Coffe Association of Europe (SCAE) sudah berkunjung ke dataran tinggi Gayo untuk melihat langsung kondisi dan potensi kopi yang ada di sana pada 17 November lalu,” katanya.

Selain membahas tentang komoditas unggulan Aceh dan investasi, Gubernur Aceh juga turut memaparkan kondisi keamanan di Aceh yang kini sudah mulai stabil dan siap menampung para investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor perokonomian di Aceh.

Terkait dengan pelaksanaan syariat Islam yang sering mendapat pemberitaan negatif terutama dari media barat, Gubernur Zaini menegaskan bahwa syariat Islam di Aceh jangan hanya dipandang dari aspek qanun jinayat. “Qanun jinayah adalah bersifat preventif, bukan untuk menghukum dan ianya tidak berlaku bagi non muslim,” jelas Zaini.

Dalam kunjungan tersebut, Zaini Abdullah didampingi oleh Kepala Dinas Syariat Islam Prof. Syahrizal Abas, Kepala Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Provinsi Aceh, Anwar Muhammad, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh Nasir Zalba, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Arifin Hamid, kepala Badan pengendalian dampak lingkungan (Bapedal) Aceh, Iskandar, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian, Kepala Biro Umum Setda, T. Asnal serta beberapa kepala SKPA terkait lainnya. []