Zaini Abdullah akan keluar dari Partai Aceh

--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, yang juga merupakan pendiri dan sekaligus anggota Partai Aceh (PA), menegaskan bahwa dirinya akan keluar dari partai tersebut.

Penegasan bahwa dirinya akan keluar dari partai yang Ia dirikan dan dicintainya tersebut, Ia sampaikan pada pertemuan dan silatuhrahmi dengan ratusan masyarakat Lhokseumawe, Minggu (3/4).

Kepada warga Zaini menerangkan, alasan pertama dirinya keluar dari partai, sebab secara aturan, seorang yang akan maju melalui jalur independen sesuai ketentuan wajib keluar dari partai. “Nah untuk sementara, saya akan keluar, dan nanti akan kembali lagi,” katanya.

Ads

Dan jika Ia terpilih nantinya, maka langkah pertama yang akan segera dilakukannya adalah mereformasi partai tersebut, sebab, lanjut Zaini, PA telah melenceng dari cita cita awal pembentukannya.

Zaini mengungkapkan, saat awal proses pembentukan dan pembangunan PA, bukanlah hal yang mudah, walau keberadaan partai ini sebagai salah satu buah hasil perdamaian, proses dan jalan terjal sebagai salah seorang penggagas dan pendiri telah berhasil dilewati dengan baik.

Namun, terang Zaini, ketika partai sudah berdiri, aturan sudah dibentuk, seperti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, struktur sudah dibangun, dengan ada fungsi Majelis Tuha Peut (MTP), Ketua umum, Sekjen dan struktur dibawahnya, tapi karena nafsu dan kekuasaan, ketua umum partai telah melakukan pelanggaran dengan berbuat sesuka hati, dan tidak lagi menghargai mekanisme yang ada di partai.

“Tidak ada demokrasi lagi di PA saat ini,” kata Zaini.

Keberadaan Tuha Peut Partai, yang semestinya dalam ketentuan AD ART sebagai pemegang kekuasaan dan kedaulatan tertinggi, sudah tidak lagi di fungsikan dan dianggap keberadaannya.

“Majelis Tuha Peut Parta dilecehkan, dan tidak dianggap, semua keputusan partai diputuskan secara personal oleh ketua umum, dan ini kesalahan besar di tubuh PA saat ini,” terang Zaini.

Dalam AD ART PA, posisi MTP itu seperti Majelis Suro, sebagai pemegang mandat tertinggi di partai, namun fakta hari ini, semua dilanggar oleh ketua umum.

Karena itu, sambung Zaini, dirinya keluar untuk sementara, dan akan kembali lagi untuk memperbaiki partai, dan mengembalikan partai yang saya cintai itu seperti ide awal pembentukannya.

“Saya pendiri dan saya cinta PA, dan saya berjanji akan memperbaikinya nanti,” tandas Zaini. [Saky]

Ads