Telkomsel jelajahi Indonesia lewat Ekspedisi Langit Nusantara

Drone yang digunakan untuk proyek Elang Nusa. (Kompas)
--Ads--
loading...

Sabang (KANALACEH.COM) – Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa) Telkomsel mengajak masyarakat Indonesia untuk menguji kehandalan jaringan broadband “Terluas Tercepat” melalui video streaming dan disiarkan dari dua buah drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle), Kamis (14/4).

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan, dalam ekspedisi itu, dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap 2,5 m akan diterbangkan secara bersamaan melintasi lebih dari 50 Kota di indonesia dengan menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia sepanjang 8500 km.

Telkomsel pun sengaja memilih Sabang dan Merauke sebagai titik awal ekspedisi ini karena keberadaannya tepat di ujung Timur dan ujung Barat Indonesia .

Ads

Elang Barat akan memulai perjalanan dari Sabang dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang.

Sementara Elang Timur, akan berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo. Di akhir perjalanan kedua drone akan bertemu dan mendarat di Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Selain menangkap berbagai keindahan dari alam Indonesia, dalam perjalanannya, Elang Barat dan Elang Timur juga akan menyapa masyarakat yang berada di kota-kota yang dilewati.

Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded sambil menikmati keindahan Indonesia dari udara, melalui hasil video dari drone yang terbangkan.

“Elang Nusa adalah ekspedisi terbesar dan pertama di angkasa Indonesia, Jaringan broadband Telkomsel yang terluas dan tercepat akan mendukung ekspedisi ini, sehingga masyarakat dapat melihat keindahan Indonesia dari udara.

Ini merupakan pembuktian kami atas keunggulan layanan broadband Telkomsel yang tersebar hingga ke berbagai lokasi di Indonesia, hasilnya dapat kita saksikan melalui video yang ditangkap oleh drone yang kami terbangkan,” terangnya.

Vice President Sales and Marketing Area Sumatera Telkomsel, Erwin Tanjung dalam kata sambutannya mengatakan, Sabang sangat berpotensi untuk pariwisata diharapkan keindahan Kota Sabang dapat terekspos dengan baik melalui kegiatan ini, dan dapat menarik para wisatawan berkunjung ke Sabang.

”Telkomsel memilih kota Sabang sebagai lokasi peluncuran drone untuk wilayah barat dengan tujuan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan kota Sabang pada khususnya dengan menyediakan akses internet berkecepatan tinggi,” tambahnya.

Disebutkannya, konsumsi layanan data di jaringan Telkomsel sendiri naik sekitar 110 persen selama tahun 2015, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penggunaan smartphone serta hadirnya berbagai aplikasi digital.

Saat ini jumlah pelanggan data Telkomsel mencapai 74 juta atau sekitar 50 persen dari total pelanggan, dan didukung oleh pertumbuhan penggunaan smartphone di Telkomsel adalah sebesar 60 persen.

Untuk melayani pelanggan dengan kualitas terbaik, Telkomsel terus berkomitmen untuk melakukan penambahan infrastuktur jaringan ke berbagai lokasi. Selama tahun 2015, jumlah BTS Telkomsel tumbuh sebesar 20 persen mencapai 103.000 BTS yang tersebar ke seluruh penjuru Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 persen merupakan BTS broadband (3G dan 4G) yang akan mendukung pelanggan mendapatkan layanan data yang terbaik. Di tahun 2016 Telkomsel berencana menambah 13.000 BTS yang hampir keseluruhannya adalah BTS broadband.

“Berkat kehadiran mobile broadband, saat ini masyarakat Indonesia pun semakin terhubung satu sama lain, dan menjadi bagian dari global society yang tak berbatas. Kehadiran layanan broadband dari Telkomsel yang berkualitas di berbagai daerah di Indonesia kami harap juga akan mendorong produktivitas masyarakat dan pembangunan bagsa di berbagai aspek seperti dari sisi ekonomi, pariwisata, industri kreatif, dan lainnya” ujar Ririek. [Diki Arjuna]