Express Bahari tambah armada ke Sabang

SEKDA ACEH, Dermawan, Walikota Sabang, Zulkifli H Adam, dan Kadis Perhubungan, Hasanuddin Ishak, saat melakukan pemotongan pita tanda dimulainya pelayaran perdana, KM Express Bahari 2F, Minggu (8/5), di Banda Aceh. FOTO : Kanal Aceh/Diki
--Ads--
loading...

Sabang (KANALACEH.COM)- Perusahaan perkapalan PT Sakti Inti Makmur (SIM) kembaliĀ  menambah satu unit kapal baru KMC Express Bahari 2F yang memiliki kapasitas lebih besar 420 penumpang.

Kapal mentah senilai Rp 50 Miliar yang memiliki GT 300 Tons dengan panjang (length over all) 41,60 meter dan luas (breadth) 6,95 meter tersebut tiba di pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh Pukul 17.00 WIB, Jum’at 6 Mei 2016.

Mengawali pelayaran perdananya, Nahkoda dan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) KMC Express Bahari 2F menjalani peusijuk (ditepungtawari) sebagai tanda dimulainya pengoperasian pelayaran perdana diresmikan langsung secra simbolis oleh Sekda Provinsi Aceh H Darmawan bersama Walikota Sabang Zulkifli H Adam.

Ads

Turut hadir dalam rangkaian acara tersebut Danlanal Sabang, Kepala Dishubkomintel Provinsi Aceh, Kepala Syahbandar Kota Sabang dan sejumlah SKPD Banda Aceh dan Sabang.

Nahkoda KMC Express Bahari 2F, Surya Buana mengatakan, sebelumnya kapal memulai pelayaran dari Tanjung Pinang pada hari Kamis 5 Mei 2016 sekitar pukul 10.30 WIB menuju pelabuhan Ulee-lheue Banda Aceh dengan menempuh jarak pelayaran Ā± 564 Mil laut, kecepatan 25 Knot.

Kapal berbahan Alumunium murni itu memiliki 12 ABK, kecepatan kapal (Speed) mencapai 35 Knot, dan ditaksirkan untuk jarak tempuh pelayaran Banda Aceh (Ulee Lheu) – Sabang (Balohan)hanya 40 menit.

“Kapal ini dirancang khusus dan sangat mewah, pengendalian kapal Express Bahari 2F sudah menggunakan sistem komputer dan telah dilengkapi dengan alat Navigasi dan keselamatan yang lengkap, jadi wajar saja kalau nilai kapal ini mencapai Rp 50 Miliar.

Kecanggihan kelengkapan KMC Express Bahari 2F memiliki Global Positioning System (GPS), Navtex yang kegunaannya untuk mengetahui keadaan cuaca, Radar, Ecdis atau peta elektronik, Automatic Identification System (AIS) sistem pelacakan kapal lain yang berada di laut, Radio GMDSS, CCTV Complete yang mengontrol seluruh ruangan dan alat keselamatan lainnya,” sebutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komintel Aceh Ir. Hasannuddin, MSi mengucapkan rasa terimakasih kepada pihak PT Sakti Inti Makmur (SIM) telah memberikan sumbangsi yang sangat besar buat masyarakat Aceh terutama dalam mendukung kawasan Sabang sebagai salah satu destinasi wisata nasional.

Pemerintah Aceh memandang perlu pengembangan sarana angkutan laut dan selanjutnya memberi rekomendasi ke Kementerian Perhubungan untuk persetujuan penambahan armada kapal cepat karena melihat pertumbuhan pengunjung yang signifikan untuk berlibur ke Sabang dalam beberapa tahun terakhir.

Masterplan pelabuhan Ulee Lheu dan Balohan telah diselesaikan sehingga arah dan tahapan pengembangan kedua pelabuhan sampai dengan 20 tahun ke depan dapat ditetapkan. Pada tahun 2016 ini direncanakan Pelabuhan Ulee Lheue akan memiliki pelayanan terintegrasi dengan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Koetaradja Koridor 2 yang menghubungkan dengan Terminal Type A dan Bandara SIM.

“Pembenahan di Pelabuhan Balohan Sabang, tahun ini juga akan dilaksanakan pembangunan dermaga kapal cepat baru dengan anggaran Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” kata Hasannuddin.

Sementara Sekda Aceh Drs. H. Dermawan, MM kepada KANALACEH.COM mengaku gembira dan atas nama Gubenur Aceh sangat menyambut baik, karena, selama ini masalah klasik yang sering terjadi dalam penyeberangan Sabang-Banda Aceh adalah transportasi, ini merupakan hasil dari kerja sama antara Pemerintah Aceh, Pemerintah kota Sabang dengan pihak swasta PT Sakti Inti Makmur (SIM) selaku pemilik kapal.

“Terus terang ini merupakan investasi yang sangat luar biasa, sehingga kapal baru KMC Express Bahari 2F beroperasi di Aceh,” ujarnya. [Diki Arjuna]