Buku Pers di Terik Matahari diluncurkan

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo (keempat kanan) foto bersama seusai meluncurkan buku "Pers di Terik Matahari" di kantor AJI Banda Aceh, Sabtu (21/5). (Kanal Aceh/Aidil Saputra)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Buku berjudul Pers di Terik Matahari yang merupakan kumpulan tulisan catatan Ombudsman majalah acehkita resmi diluncurkan di Kantor AJI Banda Aceh, Sabtu (21/5).

Buku yang berisi tentang masa Darurat Militer (DM) di Aceh tahun 2003 itu ditulis oleh Yosep Adi Prasetyo, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Pers periode 2016-2019.

Yosep Adi Prasetyo menceritakan, buku ini merupakan catatan atau penilaian Stanley–panggilan Yosep Adi Prasetyo–saat masih menjadi anggota Ombudsman majalah acehkita.

Ads

“Penilaian jurnalistik yang saya buat kemudian kirim ke acehkita. Tulisan ini sebagiannya adalah catatan jurnalistik, dan sebagian lagi kasus yang dihadapi riil oleh acehkita ketika masa darurat militer,” kata Stanley.

Ia mengaku bahwa acehkita berhasil memberikan standar jurnalisme yang tinggi ketika pada masa konflik. Karena acehkita langsung terjun ke lapangan dan mampu mewawancarai narasumber yang bersangkutan.

“Saya sendiri heran bagaimana mereka bisa dekat dengan narasumber, bisa mengambil gambar. Mungkin ini taktik teman-teman di lapangan,” ungkapnya.

Stanley mengungkapkan, ia mewakili masyarakat sipil berharap jangan ada lagi darurat militer seperti di Aceh 13 tahun silam.

Turut hadir dalam peluncuran buku itu ketua AJI Banda Aceh, Adi Warsidi, koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra, pengurus AJI Banda Aceh, alumni MJC, serta tamu undangan lainnya. [Aidil Saputra]

Ads