Polisi intensifkan razia jelang tahun baru di Banda Aceh

  • Whatsapp
Warga Banda Aceh dilarang rayakan tahun baru 2018, pedagang boleh buka toko
Perayaan tahun baru di Banda Aceh beberapa tahun lalu. (acehkita.com)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wilayatul Hisbah (WH) atau polisi syariat mengintensifkan razia menjelang perayaan malam pergantian tahun masehi di Kota Banda Aceh.

“Kami mengintensifkan razia menjelang tahun baru guna mengantisipasi masyarakat tidak merayakan malam pergantian tahun masih tersebut,” kata Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja dan WH Kota Banda Aceh Yusnardi di Banda Aceh, Sabtu (31/12).

Sasaran razia, kata dia, pedagang petasan, kembang api, terompet serta pernik-pernik perayaan tahun baru lainnya. Sebab, semua barang itu digunakan untuk merayakan malam tahun baru.

Yusnardi mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh sudah mengeluarkan seruan melarang masyarakat, khususnya umat muslim tidak merayakan malam tahun baru. Sebab, perayaan tahun baru bukan budaya Islam.

Dalam seruan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh meminta masyarakat tidak mengadakan kegiatan apapun berkaitan dengan malam tahun baru masehi tersebut.

Selain itu, pemerintah kota mengimbau pemilik maupun pengelola semua tempat usaha menghentikan kegiatannya mulai pukul 23.00 WIB hingga pagi.

Dalam seruan itu, pemerintah kota juga mengajak masyarakat memperkokoh persatuan dan kesatuan serta menguatkan perdamaian, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Karena itu, untuk mengantisipasi adanya masyarakat Banda Aceh yang mayoritas muslim merayakan malam tahun baru, maka kami mengintensifkan razia,” kata Yusnardi, yang juga mantan Camat Meuraxa, Kota Banda Aceh. [Antara]

Related posts