IKAT bedah buku Penegakan Syariat Islam di Indonesia

IKAT bedah buku Penegakan Syariat Islam di Indonesia
(Ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh bersama Rifyal Ka’bah Foundation membedah buku berjudul Penegakan Syariat Islam di Indonesia di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (5/4).

Buku tersebut ditulis oleh Prof Dr H Rifyal Ka’bah, MA. Dalam acara itu hadir sebagai pembedah buku yakni Prof Muslem Ibrahim, Prof Hamid Sarong, MA Dr Abdul Mannan Hasyim, dan Dr Fikri Sulaiman.

Muslem Ibrahim, Ketua MPU Aceh yang juga guru besar di bidang perbandingan Mazhab memberi beberapa komentar terkait penulisan buku ini. Dia juga menceritakan nostalgia kisah masa lalu yang dilewati bersama Rifyal Ka’bah selama menuntut ilmu di Kairo.

Ads

“Sosok Rifyal Ka’bah memiliki prinsip hidup yang sangat dijaga, beliau suka membaca koran, berdiskusi, kemanapun beliau pergi selalu membawa buku dan selalu memperbaharui buku-buku bacaannya,” katanya.

Sedangkan A Hamid Sarong, menekankan pentingnya penekanan syariat Islam di Aceh dalam hal subtansi, Fikih menjadi salah satu elemen besar di dalam Syariat Islam.

“Jadi arah penegakan syariat Islam di Aceh hendaknya memperhatikan pemahaman masyarakat, dibandingkan dengan simbol-simbol yang tidak terlalu urgen,” tuturnya.

Kemudian Abd Mannan yang mewakili Mahkamah Syar’iyah Aceh menjelaskan bagaimana lahirnya syariat Islam yang kemudian melahirkan Mahkamah Syar’iyah yang sangat spesial dibanding daerah lain.

“Karena kewenangan Mahkamah Syar’iyah di Aceh juga mencakup hukum pidana Islam atau Qanun Jinayat,” sebutnya.

Sementara itu, Fikri Sulaiman yang mewakili Dinas Syariat Islam Aceh mengomentari sisi penulisan buku ini. Ia menyebutkan bahwa untuk menjamin pelaksanaan Syariat Islam di Aceh harus memasukkan unsur unsur yang penting, seperti unsur spritual, politik. [Fahzian Aldevan]

Ads