Idrus tegaskan Golkar tak gelar munaslub terkait kasus Setnov

Idrus tegaskan Golkar tak gelar munaslub terkait kasus Setnov
Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham. (googleimages)
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM) – Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham memberikan penjelasan terkait dengan pernyataan Kordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai soal ‘Setya Novanto akan jadi tersangka’. Meskipun ada pernyataan itu, Idrus menegaskan Golkar tetap solid dan tidak ada rencana Munaslub.

“Kemarin saya sudah telepon Bang Yorrys, saya minta klarifikasi tentang pernyataan sebelumnya. Maksudnya, Partai Golkar dalam kondisi apa pun perlu siap tidak ada masalah saja perlu siap, saya harus siap. Kondisi ini perlu kita lakukan bersama-sama DPP Partai Golkar,” kata Idrus di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (25/4).

Sebelum KPK mencegah Novanto ke luar negeri, Golkar sudah mengadakan rapat konsultasi dengan para anggota. Hasilnya, tidak ada niat dari anggota Golkar untuk menggelar Munaslub.

Ads

“Maka, kita perlu sampaikan ke saudara-saudara bahwa sampai pada hari ini tidak ada pikiran-pikiran dari siapa pun untuk melakukan Munaslub, itu tidak ada sama sekali,” ujar Idrus.

Idrus mengatakan kader Golkar masih mendukung Novanto sebagai ketum. “Bahkan dalam pertemuan sebelumnya, baik rapat konsultasi yang di Bali, baik dihadiri dewan pakar, pembina, dan kehormatan. Serta seluruh ketua dan sekretaris seprovinsi semua menyatakan mendukung sepenuhnya terhadap pimpinan Setya Novanto,” ucapnya.

Selama 10 bulan memimpin Golkar, Novanto sudah melakukan serangkaian kegiatan konsolidasi. Idrus juga menyebut salah satu prestasi Novanto adalah jumlah kemenangan Golkar dalam Pilkada 2017.

“Ada beberapa alasan yang disampaikan bahwa dalam jangka waktu prestasi politik kepemimpinan Setnov, pertama, konsolidasi, dan jangka waktu kurang-lebih 10 bulan sudah mengunjungi DPD provinsi 34 dan lebih dari 250 kabupaten/kota. Juga diakui bahwa Pilkada 2017 yang lalu menempatkan partai Golkar pemenang pertama dan terbanyak dari keseluruhan partai yang ada,” tuturnya.

Terkait dengan masalah hukum, Idrus menambahkan Partai Golkar menaati dan menghormati proses hukum yang berlaku. Dia percaya KPK akan bekerja sesuai dengan fakta hukum yang ada.

“Jadi kita terus serahkan kepada KPK semuanya. Saya percaya KPK akan mengambil langkah yang berdasarkan fakta-fakta hukum, jadi kita siap menghadapi seluruh momentum politik yang ada, apalagi Pilkada 2018, kita siap,” ujar Idrus.

“Untuk siap ini perlu solid dan kekompakan bersama. Kita hanya bisa menang apabila kita menang dan solid,” katanya.¬†[Detik.com]

Ads