Obesitas bisa menyebabkan tidur mendengkur
ilustrasi
--Ads--
loading...

(KANALACEH.COM) – Apakah Anda selalu mendengkur saat tidur, sementara pasangan selalu protes? Ini bukan sepenuhnya salah Anda kok, karena banyak orang mendengkur dan masih menemukan ragam cara untuk menemukan solusi yang tepat.

Mendengkur pada dasarnya disebabkan oleh jaringan lunak di kepala dan leher yang bergetar saat bernapas kala tidur. Jaringan tersebut memengaruhi saluran hidung, langit-langit lunak, dasar lidah, dan amandel.

Saat beristirahat di malam hari, saluran udara yang terdapat di leher dan kepala akan menyempit dan meningkatkan kecepatan saat Anda bernapas. Hal ini mengubah tekanan udara di saluran napas dan menyebabkan jaringan lunak bergetar.

Ads

Getaran yang terjadi saat mendengkur diperkirakan dapat melemahkan pembuluh darah dan otot di kepala dan leher. Mendengkur dapat mengurangi kemampuan saluran pernapasan untuk tetap terbuka.

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang mendengkur lebih parah. Salah satunya adalah obesitas. Pasalnya, seseorang dengan lingkar leher lebih dari 43 cm akan memiliki tekanan yang lebih tinggi pada saluran pernapasannya.

Selain itu, alergi, minum alkohol, merokok, obat penanang, dan anti depresan juga meningkatkan risiko mendengkur.

Biasanya, orang meminta pertolongan pada dokter bila mendengkur mulai memengaruhi pola tidur mereka atau pasangan. Bagi pendengkur kronis, tidak ada salahnya mengubah gaya hidup terlebih dahulu dan menurunkan berat badan sebagai cara untuk mengurangi risiko mendengkur.

Bila berbagai cara dan saran dokter tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, upaya terakhir untuk meredakan dengkuran dengan cara jalan operasi. Tapi operasi jarang dianjurkan karena menimbulkan efek samping kesehatan selama beberapa tahun. Demikian disadur dari laman Thesun, Kamis (27/4). [Okezone]

Ads