Tiga Anak Punk saat ngopi dengan Polsek Kuta Alam usai menunaikan shalat tarawih di salah satu warkop di Banda Aceh, Kamis (8/6). (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--

Usia remaja sering diartikan masa pengenalan jati diri, dijalanan sering melihat ragam perilaku remaja sebagai bentuk ekspresi luapan emosi dalam dirinya. Apa yang diyakini oleh seorang remaja, entah itu berasal dari budaya, ideologi, atau hal lainnya, akan dijadikannya sebagai simbol jati diri.

Tidak terkecuali bagi tiga anak Punk yaitu Islandi, Doni dan Surya yang terjaring Razia oleh Polsek Kuta Alam di Peunayoung Banda Aceh pada Kamis (8/6) dinihari.

Mereka terjaring Razia lantaran ingin menertibkan kota Banda Aceh dari segala bentuk penyakit masyarakat dibulan penuh berkah ini. Usai dilakukan pembinaan, satu persatu mereka dimodifikasi oleh Polsek Kuta Alam layaknya seorang Ustadz dengan menggunakan baju koko dan kupiah putih. Mereka diagendakan akan mengikuti pengajian setiap malam selama tujuh hari kedepan.

Ads

“Ini bentuk pembinaan kita kepada anak Punk, agar mereka kembali ke jalan yang benar,” kata Kapolsek Kuta Alam, AKP Syukrif Panigoro di Salah satu warkop usai mengajak ketiga anak Punk itu shalat tarawih, Kamis (8/6) malam.

Keberkahan dalam bulan Ramadhan kali ini seolah dijadikan batu pijakan untuk menuju jalan yang benar. Doni contohnya, baru bergabung dalam komunitas Punk sejak 2016 lalu membuat dirinya hidup dijalanan sebagai pengamen.

Pria asal Kutacane ini mengetahui esensi dari punk yang ‘mengajarkan’ kebebasan, dan kemerdekaan mutlak dengan menolak segala bentuk tirani dan belenggu norma atas ketidakadilan penguasa terhadap rakyatnya.

Atas dasar itu ia memilih aliran Punk sebagai bentuk perlawanan kepada penguasa. “Jiwa saya ya dijalan, disamping itu ada kekesalan pada pemerintah yang tidak adil, banyak korupsi dan tidak peduli rakyat,” katanya.

Namun, luapan ekpresi yang memilih sebagai anak Punk dinilai buruk, apalagi di kota serambi mekkah. Catatan kelam komunitas Punk pernah terjadi pada 2011 lalu, dimana komunitas ini diberantas oleh pemerintah kota Banda Aceh.

Bagi Doni dan rekannya, terjaringnya mereka oleh aparat kepolisian dijadikan sebagai keberkahan. Bukan saja dibina, mereka juga harus mengikuti segala bentuk kegiatan keagamaan, mulai dari sholat tarawih, tadarus dan mengikuti ceramah-ceramah dari masjid ke masjid.

Dikatakan Doni, seusai dirinya menunaikan sholat tarawih, jiwa dan pikirannya merasa teduh seperti tidak ada beban. “Usai tarawih pikiran saya tenang dan ada kenikmatan yang datang dengan sendirinya,” ujarnya.

Atas dasar itu pula, ketiganya berjanji akan meninggalkan ‘label’ Punk dari kehidupan mereka dan kembali seperti masyarakat umumnya. “Kalau penampilan bisa cepat dirubah, tapi kalau jiwa itu butuh proses. Tapi intinya kita ingin tobat,” ungkapnya.

Hal serupa dengan anak Punk lainnya, Islandi mengatakan, dirinya merasa berterimakasih dengan pembinaan lewat agama yang dilakukan aparat tersebut. Baginya, usai melakukan kegiatan pembinaan ini, dirinya mengaku akan tobat dari aliran Punk.

“Ya tobat. pembinaan ini sangat kita rasakan untuk lebih dekat lagi kepada yang maha kuasa,” katanya.

Ketiganya, kata Kapolsek Kuta Alam, AKP Syukrif, akan ditampung di Mapolsek Kuta Alam sementara selama pembinaan berlangsung. Ia berharap mereka bisa berubah mulai dari penampilan dan menjadi orang yang berguna.

Selama ini kata dia, penangkapan anak Punk di Kota Banda Aceh selalu dilakukan. Namun, ketika sudah dilepaskankan mereka akan kembali lagi seperti semula. “Sehingga saya berinisiatif untuk menunjuk salah seorang anggota untuk membina anak Punk agar bisa berubah,” ujarnya.

Seusai pembinaan, ketiganya akan dikembalikan kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas mereka diluar menjadi sebagai anak Punk. Ketiganya juga akan terus dipantau oleh pihak keamanan. Menurut Syukrif, tujuannya memberi pembinaan seperti ini agar mereka sadar mana yang baik dan mana yang harus di perbaiki.

“Tujuan kita merubah manusia kembali ke manusia lagi, mungkin dia lupa saja dia khilaf, dan maksud kita untuk merubah image mereka agar lebih baik dan taat pada agama,” pungkasnya. [Randi]

Ads