Ilustrasi. (republika.co.id)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh membina kelompok karya Indah Bordir di Gampong Dayah Daboh, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar.

“Pembinaan ekonomi kreatif ini merupakan salah satu wujud dan komitmen Bank Indonesia dalam berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh Ahmad Farid di Dayah Daboh, Aceh Besar, Selasa (17/10) seperti dilansir laman Antara.

Ia menjelaskan pembinaan terhadap kelompok bordir di Gampong Dayah Daboh tersebut akan berlangsung selama tiga tahun di mana pihaknya akan melakukan tiga tahap sepertiĀ  pendampingan bagian produksi, pelatihan dan juga pengelolaan keuangan dan pemasaran.

AdsPHP Dev Cloud Hosting

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan setiap tiga bulan akan dilakukan evaluasi dan mencarikan setiap masalah dan kendala yang dihadapi para pengrajin,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga akan terus memantau terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh para pengrajin sehingga produk kerajinan yang dihasilkan mitra binaan tersebut dapat bersaing dengan produk lainnya di kancah nasional dan internasional.

“Pembinaan yang kita lakukan terhadap kelompok ini bukan serta merta mereka meminta bantuan kepada BI, tapi ini merupakan hasil survei BI Perwakilan Aceh guna memberikan pembinaan terhadap kerajinan bordir yang ada di Aceh,” kata Farid.

Farid menyatakan untuk mendukungn program pembinaan kerajinan bordir di Gampong Dayah Daboh tersebut Bank Sentral itu mengelontorkan anggaran sebesar Rp100 juta.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Aceh menyerahkan secara simbolis bantuan mesin jahit kepada para pengrajin yang tergabung dalam kelompok tersebut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Aceh, Darwati A Gani yang juga istri Gubernur Aceh, Ketua Dekranasda Aceh Besar, Direktur Bank Aceh, Busra Abdullah dan sejumlah pejabat lainnya.

Ketua Kelompok karya indah bordir di Gampong Dayah Daboh Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar, Elia Sari mengatakan kerinan bordir yang diproduksi kelompok tersebut saat ini sudah di ekspor ke pasar luar negeri.

“Alhamdulillah produk kerajinan kami sudah masuk ke pasar ekspor dan kami tetap menekankan kepada pengrajin untuk menjaga kualitas sebab jika tidak sesuai konsumen tidak terima,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh yang telah memberikan dukungan dan pembinaan kepada kelompok tersebut. []

Ads
Artikel SebelumnyaApa pengaruh Kopi untuk hati anda?
Artikel SelanjutnyaWagub: mari sukseskan Pembangunan 6 Ribu rumah