Tiga dinas harus sinergi untuk bangun Aceh

Sekda: Pemerintah Aceh upayakan kebangkitan ekonomi masyarakat
Sekda Aceh, Dermawan (tengah) diwawancarai wartawan usai peringatan Hari Bakti PUPR ke 72, yang dipusatkan dai Halaman Dinas PUPR Aceh, Senin (4/12). (Humas Aceh)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dan Dinas Pengairan harus bersinergi untuk membangun dan meningkatkan daya saing Aceh.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan usai menjadi Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang RI, Basuki Hadimuljono, pada upacara peringatan Hari Bakti PUPR ke 72, yang dipusatkan dai Halaman Dinas PUPR Aceh, Senin (4/12).

“Membangun Daya Saing yang dimaksud adalah dalam banyak hal, sumber daya manusia, infrastruktur dan sebagainya. Nah dalam konteks peringatan Hari Bakti PUPR ini kita fokuskan pada infrastruktur, yaitu jalan, jembatan, waduk dan perumahan rakyat. Maka ketiga SKPA terkait harus bersinergi untuk membangun dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Ads

Dermawan juga menghimbau agar ketiga dinas tersebut harus mengevaluasi dan melihat perkembangan sejumlah program Pemerintah Aceh terkait pembangunan jalan lintas tengah, pembangunan waduk dan irigasi serta pembangunan perumahan rakyat.

Ketiga dinas ini, sambungnya, harus menyelesaikan program-program prioritas yang diusung Pemerintah Aceh di masa kepemimpinan Irwandi Yusuf. Selain jalan lintas tengah, pembangunan waduk dan irigasi juga menjadi fokus karena berkaitan dengan penguatan bidang pangan.

“Dinas Pengairan harus fokus membangun waduk dan irigasi-irigasi yang menjadi tugas dan kewenangan Pemerintah Aceh. Selain itu, kita juga mendukung sepenuhnya pembangunan waduk-waduk besar yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Sedangkan Dinas Perkim harus fokus membangun perumahan rakyat sebanyak-banyaknya,” sambungnya.

Dermawan mengungkapkan, bahwa di tahun 2018 ini, Gubernur menargetkan untuk membangun sebanyak 6 ribu rumah untuk masyarakat Aceh. Selain itu, pembangunan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) yang ada juga menjadi hal yang penting untuk benahi dan diperbaiki.

Tahun 2018, pemerintah alokasikan dana Rp107,4 triliun

Untuk diketahui bersama, tahun 2018 mendatang Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran sebesar Rp107,4 Triliun. Ini merupakan alokasi anggaran terbesar dibandingkan dengan seluruh Kementerian/Lembaga.

“Amanah ini harus kita pikul dengan penuh tanggung jawab, optimisme, komitmen, dan profesionalisme yang tinggi. Kita harus bekerja lebih keras, lebih baik, dan lebih cepat untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas Kementerian PUPR di mata publik. Terima kasih kepada segenap insan PUPR yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama ini,” pungkas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dibacakan Sekda Aceh, Dermawan. [Aidil/rel]