Mendadak divaksin difteri, Siswa MIN 2 Banda Aceh sembunyi di bawah meja

  • Whatsapp
Antisipasi difteri, Dinkes Banda Aceh beri vaksin kepada siswa
Petugas Dinkes Banda Aceh akan memberikan vaksin mencegah difteri kepada siswa MIN 5 Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (20/2). (Ist/Munjir)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sebanyak 900 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Ulee Kareng, Banda Aceh mendadak disuntik vaksin difteri. Sebab, satu orang siswa di sekolah itu terserang kasus difteri.

“Kita menemukan satu kasus difteri, seorang siswanya saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) karena terkena positif difteri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Warqah Helmi, saat meninjau pelaksanaan vaksin di sekolah tersebut, Selasa (20/2).

Dinkes Banda Aceh telah melakukan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) sebanyak Tujuh kali di lokasi berbeda. Namun untuk di instansi sekolah baru kali pertama. Mekanisme pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga tahap.

“Setelah tahap pertama selesai maka berselang dua bulan akan diberikan tahap kedua. Dan tahap ketiga berselang enam bulan setelah itu. Karena penyebaran difteri ini harus di cegah, vaksinasi adalah salah satu cara untuk mencegah tersebarnya penyakit menular itu,” tambahnya.

Ia menyebutkan, kasus Difteri di Kota Banda Aceh untuk Tahun 2017 mencapai 17 kasus. Dengan satu dinyatakan positif difteri. Sementara untuk 2018, pihaknya menemukan enam kasus difteri diantaranya dua positif.

Seorang wali murid, Suryanti mengaku jika dirinya tidak mengetahui sama sekali tentang penyakit difteri. Ia sempat terkejut saat mengetahui ada seorang siswa yang terkena difteri.

“Takutlah sekali. Apalagi bisa sampai terkena anak saya. Karena katanya ini penyakit berbahaya, menular dan bisa mematikan juga,” ucapnya.

Pantauan Kanalaceh.com, sebelum disuntik, para siswa langsung kabur dan menolak untuk di vaksin. Mereka yang menolak sambil berteriak menangis dan mengucapkan takbir hingga sembunyi di bawah meja. Tapi atas bujukan orang tua dan guru, mereka akhirnya mau di vaksin. [Randi]

Related posts