Ketua DPR curi ilmu soal gotong royong & cinta tanah air dari Nyak Sandang

Nyak Sandang dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (okezone)

Jakarta (KANALACEH.COM) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menerima kehadiran Nyak Sandang, seorang kakek asal Aceh yang ikut menyumbangkan harta kepada Presiden Soekarno untuk membeli pesawat pertama Indonesia pada 1948 silam. Cerita-cerita Nyak Sandang semasa mudanya mengajarkan Bamsoet sikap gotong royong dan cinta tanah air.

Nyak Sandang hadir ke ruangan Bamsoet di Lantai 3, Gedung Nusantara III ditemani anggota Komisi III DPR Nasir Djamil dan Muslim Ayub. Sama dengan Nyak Sandang, kedua wakil rakyat ini berasal dari provinsi Aceh.

“Saya memberikan hormat yang sebesar-besarnya kepada Nyak Sandang. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi DPR RI agar bisa belajar banyak dari keteladanannya dalam berkorban untuk bangsa dan negara. Bayangkan, di masa sulit awal kemerdekaan beliau dan masyarakat Aceh lainnya telah rela menyumbang untuk negara,” ucap Bamsoet saat menerima Nyak Sandang di ruang kerja Pimpinan DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Ads

Menurut Bamsoet, sebagai generasi yang menikmati kemerdekaan, seharusnya malu dan introspeksi diri lantaran kegigihan yang dilakukan Nyak Sandang dan para pejuang terdahulu. Tak hanya gigih mempertahankan kedaulatan negara, mereka juga gigih dan rela untuk bergotong royong membantu negara yang sedang kesulitan.

“Jika dahulu para leluhur dan orangtua mau berjuang, bahkan sampai patungan membeli pesawat, kenapa sekarang kita malah sibuk bertengkar antar sesama anak bangsa? Sejatinya, DNA bangsa Indonesia adalah kegotongroyongan. Ini yang jangan sampai hilang,” ujarnya seperti dilansir laman Okezone.com.

Nyak Sandang yang baru saja melakukan operasi katarak di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta ini, menurut Bamsoet masih ada dua keinginan yang belum tercapai. Pertama, menunaikan ibadah haji bersama keluarga dan kedua mendirikan masjid di kampung halamannya, di Lamno, Aceh Jaya.

Mantan Ketua Komisi III itupun berjanji untuk mengomunikasikan masalah ini ke Presiden Joko Widodo, apakah permintaan Nyak Sandang ini sudah bisa dipenuhi atau belum.

“Saya berjanji kepada Nyak Sandang akan mengkomunikasikan kembali permintaan beliau kepada Presiden Jokowi,” pungkasnya. []

Ads