Radiasi handphone bukan pemicu faktor risiko kanker

Ilustrasi. (bangkapost)
--Ads--
loading...

(KANALACEH.COM) – Banyak orang mengira radiasi telepon seluler bisa jadi faktor risiko penyebab kanker. Buktinya penelitian tidak menunjukkan hasil akurat tentang studi tersebut.

Studi terbaru, dan salah satu yang terbesar, dari National Toxicology Program, menyimpulkan bahwa data menunjukkan hanya sedikit peningkatan dalam pengembangan dua jenis kanker pada hewan pengerat yang terpapar pada radiasi frekuensi radio.

Hasilnya, tidak ada alasan bahwa radiasi handphone akan berpengaruh buruk pada kesehatan manusia. Para ahli, termasuk mereka yang bekerja dalam proyek tersebut, mencatat bahwa penelitian yang dilakukan pada tikus tersebut memakai tingkat radiasi yang lebih tinggi, ketimbang penggunaan telepon seluler biasa, dan tidak akan berdampak langsung ke manusia.

Ads

Seorang dokter dan rekan di Kantor McGill untuk Science and Society, Christopher Labos, mengatakan bahwa peningkatan yang tercatat dalam kanker mungkin hanya karena kebetulan.

Dalam studi ini, para peneliti pun memeriksa puluhan organ dan jaringan yang berpotensi menjadi tumor pada jadi ribuan hewan pengerat, karennya ada beberapa yang memang terkena tumor meskipun bukan dari radiasi tersebut. Bahkan, tikus yang terkena radiasi juga hidup lebih lama daripada tikus yang tidak terpapar radiasi.

Meski begitu, secara keseluruhan belum banyak cara untuk mengkristalkan pemahaman yang masih suram, tentang peran ponsel dalam perkembangan kanker. Penelitian itu sendiri dilaksanakan dengan hati-hati, oleh Kenneth Foster, profesor emeritus bioteknologi di University of Pennsylvania, tetapi hasilnya lemah dan sulit ditafsirkan.

Penelitian tentang hubungan antara ponsel dan kanker telah berlangsung sejak tahun 1990-an, ketika David Reynard menggugat perusahaan ponsel setelah istrinya mengidap kanker otak. Sejak itu, sebagian besar hasil penelitian baik hewan maupun epidemiologis manusia, yang melacak jumlah penggunaan telepon seluler dan risiko pengembangan kanker, sulit dipahami.

Ketika hubungan antara keduanya telah diidentifikasi dalam data, mereka terlalu kecil untuk yakin melegitimasi pertumbuhan sel kanker karena radiasi telepon.

“Ketika memiliki bukti yang sangat sedikit, Anda akan mencoba menerka-nerka bukti dari epidemiologi yang kurang persuasif, dan penelitian pada hewan yang kurang persuasif,” katanya seperti dilansir laman Okezone, Selasa (13/11).

Penelitian juga telah menghasilkan bukti yang bertentangan. Misalnya, sebagian besar tidak menunjukkan peningkatan kanker. Meskipun satu analisis memang menemukan peningkatan yang signifikan secara statistik dan sulit ditafsirkan. Pada kenyataannya, peningkatan risiko kanker dengan penggunaan ponsel memang tidak ada. []

Ads