Pengunjung Menurun, Bandara SIM Alami Kerugian Rp 42 Miliar 

Maskapai yang buka rute baru ke Bandara SIM dapat insentif
Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. (Wikipedia)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pada tahun 2018, Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh mengalami kerugian sebesar Rp 42 miliar. Jumlah itu jauh lebih besar dari 2017, yang mengalami kerugian Rp 38 miliar.

Sementara, untuk tahun 2019, pengelola Bandara Sultan Iskandar Muda belum melakukan penghitungan. Sebab, baru berjalan beberapa bulan. Kemudian, kerugian terjadi karena pendapatan yang diterima tidak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Baca: Penumpang Pesawat di Bandara SIM Turun 30 Persen

Ads

Executive General Manager PT Angkasa Pura II, Yos Suwagiyono membenarkan kerugian yang dialami bandara SIM pada 2018 mencapai Rp 42 miliar.

Kerugian itu diperparah dengan tingkat inflasi dan Upah Minumum Provinsi (UMP) Aceh yang naik. “Pendapatan berapa, pengeluaran operasionalnya berapa, kan gitu. Inflasi sudah naik, penyesuaian UMP segala macam sudah naik pasti,” kata Yos Suwagiyono saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).

Ia tak menampik, persoalan itu juga dipengaruhi tingkat pengunjung yang semakin menurun dalam kurun waktu belakangan ini. “Iya karena kurang pengunjung, karena trafficnya masih sedikit. Traficknya 1.270 kemarin,” ujarnya.

Menurut Yos, perlu dilakukan pemasaran yang lebih efektif untuk mendatangkan wisatawan ke Aceh. Misalnya dengan kegiatan wisata yang menarik. Dengan begitu, jumlah kunjungan ke Aceh bisa lebih baik.

“Saya sudah bilang kemaren, saya lebih banyak bekerja sama Pemda, supaya bareng-bareng kita masarin daerah Aceh yang kaya ini, gitu,” ucapnya. [Randi]

Ads