Tokoh Agama Matangkuli Minta Kasus Indomaret Tak Diperpanjang

Aceh Utara (KANALACEH.COM) – Terkait insiden sekelompok warga Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara yang menggruduk Indomaret untuk minta sumbangan di wilayah itu, kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Pihak aparat keamanan masih menunggu manager Indomaret untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun, tokoh agama serta adat di Kecamatan Matangkuli, berharap agar kasus ini tidak diperpanjang.

Baca: Viral! Kasih Sumbangan Rp 1000, Warga Matangkuli Datangi Indomaret

Ads

“Supervisor Indomaret telah menghubungi managernya di Medan, jadi tim dari Medan baru turun kemari. Sejauh ini belum ada laporan, keputusannya tunggu pihak indomaret turun ke TKP,” kata Kepala Polisi Sektor Matang Kuli Inspektur Polisi Satu Sudiya Karya saat dikonfirmasi, Minggu (12/5).

Baca:Polisi Tangani Sekelompok Warga yang Mengamuk di Swalayan Matangkuli

Pihaknya juga sudah melakukan investigasi mengenai soal itu dan diskusi dengan Camat Matang Kuli dan Tokoh Agama. Tapi, jika pihak Indomaret membuat laporan, pihaknya akan tetap terima.

“Kalau indomaret buat laporan, tetap kita terima,” ujar Sudiya.

Sebelumnya, sekelompok warga di Kecamatan Matang Kuli, mendatangi swalayan Indomaret di wilayah itu, karena tidak terima mendapat sumbangan Rp 1.000.

Seorang pria yang menggunakan baju koko warna putih memprotes kasir. Ia tidak terima diberikan Rp 1000, baginya pemberian dengan nominal Rp 1.000 itu adalah bentuk pelecehan.

“Ini pelecehan ini, kalian cari untung aja di Matangkuli sini, mendingan tidak di kasih kalau Rp 1.000 kalian kasih,” kata pria dalam video yang berdurasi 1 menit 32 detik tersebut dihadapan kasir.

Pria tersebut juga menjelaskan bahwa sumbangan itu bukan untuk mereka. Tapi ingin disumbangkan ke Palestina dan warga muslim lainnya.

Ia protes, karena pedagang sayur dan ikan saja memberikan sumbangan Rp 100 ribu, tapi pihak toko ritel modern itu, malah memberi Rp 1000. Video tersebut sudah viral dan beredar luas di media sosial. [Randi]

Ads