Pasca Pembakaran, Ini Tuntutan Napi Rutan Sigli

Napi rutan Sigli. (IST/Hendri)

Pidie (KANALACEH.COM) – Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh telah bernegosiasi dengan para narapidana yang membakar lapas Kelas II B Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh tadi siang.

Hasil negosiasi itu, napi meminta agar listrik dihidupkan kembali untuk kebutuhan mereka menunaikan salat tarawih. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman mengatakan, pihaknya akan menuruti tiga hal permintaan para napi.

Baca: Rutan Sigli Over Kapasitas Hingga 200 Persen

Ads

Pertama, napi meminta agar listrik malam ini bisa dihidupkan kembali. “Salah satu tuntutan napi ialah menyangkut layanan listrik, kalau bisa malam ini diaktifkan agar mereka tetap bisa tarawih,” kata Meurah Budiman saat dikonfirmasi, Senin (3/6).

Baca: Rutan Sigli di Bakar Napi

Kemudian napi juga meminta agar kunjungan tamu bisa terlayani kembali dengan baik. Namun, pihak Kemenkumham tidak mengizinkan jika hari ini tamu ada tamu napi yang datang. Sebab, pihaknya masih memebereskan puing-puing lapas yang terbakar tadi siang.

“Tentu hari ini kita tidak bisa melayani tamu, kan begitu, kalau hari ini bersih, tentu waktu hari raya nanti akan kita terima tamu kembali,” ucapnya.

Tuntutan napi yang terakhir ialah soal pegawai lapas yang mengambil dispenser. Mereka menuntut agar pegawai tersebut dipindahkan dari lapas tersebut. “Itu (petugas lapas dipindahkan) sudah kita Okekan,” ujarnya.

Sementara lapas yang dibakar napi tersebut mengalami kerusakan yang parah. Gedung utama dan beberapa pintu masuk ke dalam lapas hangus terbakar.

Meurah Budiman tak menampik bahwa lapas tersebut sangat over kapasitas. Namun, kata dia, hal itu bukan menjadi penyebab besar napi membakar lapas.

“Over kapasitas. Ini kapasitasnya 150 orang tapi dihuni 466 orang. Tentu hampir over 200 persen lebih,” katanya. [Randi]

Ads