Mahasiswa Salat Gaib di Ruang DPRA

(IST)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Mahasiswa di Banda Aceh menggelar salat gaib di Ruang Rapat DPR Aceh, untuk mendoakan korban yang tewas akibat bentrokan yang terjadi di Kendari antara polisi dan mahasiswa.

Insiden itu membuat seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo meninggal dunia. Mereka duduk dilantai sembil berdoa, kemudian dilanjutkan dengan salat gaib bersama

Pantauan dilokasi, bukan hanya mahasiswa, aparat kepolisian juga ikut menggelar salat bersama untuk mendoakan mahasiswa yang meninggal akibat bentrokan.

Ads

Kordinator Aksi, Muzafar Azhari mengecam tragedi penembakan yang dilakukan oleh oknum kepolisian dalam aksi penolakan RUU KUHP, yang menyebabkan meninggalnya mahasiswa di Kendari.

Kejadian ini, kata dia membawa luka yang mendalam bagi semua mahasiswa.

“Kami secara keseluruhan turut berduka, tapi ini ada makna yang tersirat bahwa perjuangan atas ketidakadilan akan terus berlanjut,” kata Muzafar usai menggelar salat gaib.

Menurut dia, peristiwa ini adalah bukti nyata dari tindakan represif yang dilakukan oleh kepolisian terhadap mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya.

Pihaknya juga mempertanyakan prosedur pengamanan aksi yang kemudian sampai menodongkan senjata dan terjadi penembakan yang meregang nyawa. Menurutnya, tidak dibenarkan prosedur pengamanan aksi sampai dengan terjadi penembakan peluru tajam.

“Mahasiswa itu bukan penjahat negara, yang harus ditembaki dengan seenaknya saja,” ujarnya. Usai menggelar shalat Ghaib, massa mahasiswa membubarkan diri. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads