26.8 C
Banda Aceh

Bandar Sabu 35 Kilo Tewas Tertembak di Bener Meriah

Headline

- Advertisement -PHP Dev Cloud Hosting

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – DPO Badan Narkotika Nasional, Ridwan Ilyas Jamil yang merupakan bandar sabu seberat 35 kilogram tewas ditembak, saat mencoba melarikan diri dari kejaran petugas.

Ridwan ditangkap di Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada Senin (30/9). Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjend Pol Faisal Abdul Naser mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan tembakan karena Ridwan mencoba kabur saat ditangkap.

Pihaknya juga sempat mengupayakan pertolongan medis usai Ridwan terkena tembakan. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit ke Kabupaten Bireuen, tersangka meninggal dunia.

- Advertisement -

“Tersangka berusaha kabur, setelah di lakukan tembakan peringatan tersangka tidak mengindahkannya, lalu tim melakukan tindakan tegas terukur dengan menembakkan ke arah tersangka,” kata Faisal saat ditemui wartawan di kantor BNN Provinsi Aceh, Selasa (1/10).

Diketahui, Ridwan Ilyas terlibat dalam penyelundupan sabu yang disembunyikan di dalam truk bermuatan sayur dari Kabanjahe, Sumatera Utara ke Jakarta, pada Bulan Mei lalu. Penyelundupan itu terbongkar di Fly Over selepas Pelabuhan Merak, Banten.

Setelah diamankan dan dibongkar aparat muatan truk tersebut, BNN berhasil menemukan 35 bungkus sabu di dinding bak belakang truk.  Saat itu, satu orang tersangka sebagai supir bernama Muazir berhasil diamankan, sedangkan satu orang adalah saksi dari kasus tersebut yang berprofesi sebagai kenek.

Dari pengakuan supir truk, Muazir dia mendapat sabu dari Riski atas perintah Ridwan Ilyas yang tewas ditembak BNN kemarin Senin. Sementara, Riski juga berhasil ditangkap di Kota Langsa.

“Saat ini jenazah tersangka (Ridwan Ilyas) berada di Rumah Sakit Dokkes Bayangkara Aceh guna di lakukan visum,” ujar Faisal. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – DPO Badan Narkotika Nasional, Ridwan Ilyas Jamil yang merupakan bandar sabu seberat 35 kilogram tewas ditembak, saat mencoba melarikan diri dari kejaran petugas. – Ridwan ditangkap di Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada Senin (30/9). Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjend Pol Faisal Abdul Naser mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan tembakan karena Ridwan mencoba kabur saat ditangkap. – Pihaknya juga sempat mengupayakan pertolongan medis usai Ridwan terkena tembakan. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit ke Kabupaten Bireuen, tersangka meninggal dunia. – “Tersangka berusaha kabur, setelah di lakukan tembakan peringatan tersangka tidak mengindahkannya, lalu tim melakukan tindakan tegas terukur dengan menembakkan ke arah tersangka,” kata Faisal saat ditemui wartawan di kantor BNN Provinsi Aceh, Selasa (1/10). – Diketahui, Ridwan Ilyas terlibat dalam penyelundupan sabu yang disembunyikan di dalam truk bermuatan sayur dari Kabanjahe, Sumatera Utara ke Jakarta, pada Bulan Mei lalu. Penyelundupan itu terbongkar di Fly Over selepas Pelabuhan Merak, Banten. – Setelah diamankan dan dibongkar aparat muatan truk tersebut, BNN berhasil menemukan 35 bungkus sabu di dinding bak belakang truk. Saat itu, satu orang tersangka sebagai supir bernama Muazir berhasil diamankan, sedangkan satu orang adalah saksi dari kasus tersebut yang berprofesi sebagai kenek. – Dari pengakuan supir truk, Muazir dia mendapat sabu dari Riski atas perintah Ridwan Ilyas yang tewas ditembak BNN kemarin Senin. Sementara, Riski juga berhasil ditangkap di Kota Langsa. – “Saat ini jenazah tersangka (Ridwan Ilyas) berada di Rumah Sakit Dokkes Bayangkara Aceh guna di lakukan visum,” ujar Faisal. [Randi] – – #aceh #bandaaceh #bireuen #pidie #pidiejaya #acehbesar #lhokseumawe #acehutara #acehtimur #langsa #acehtamiang #acehtenggara #gayolues #acehtengah #benermeriah #abdya #naganraya #acehbarat #naganraya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #simeulue #sabang #acehjaya #sabu #narkotika #merak #banten

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on


Berita Terkait

Cloud Hosting Indonesia

Trending

Berita Terbaru

spot_img