BPPA Pulangkan Warga Aceh Utara yang Meninggal di Jakarta

aceh.tribunnews.com
--Ads--
loading...

Jakarta (KANALACEH.COM) – Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah berpulang, Handayani (31), salah satu warga Aceh asal Gampong Awe, Syamtalira Aron, Aceh Utara di Jakarta, Kamis (14/11) kemarin.

Pemerintah Aceh melalui Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Almuniza Kamal mengatakan akan memfasilitasi kepulangan jenazah almarhum ke kampung halaman di Aceh Utara, dan seluruh biaya ditanggung oleh Pemerintah Aceh melalui BPPA.

“Kita bantu biaya pemulangan jenazah almarhum, besok pukul 07.45 WIB menggunakan pesawat Batik Air. Dan sampai sekira pukul 10.45 WIB,” ujar Almuniza, Jumat (15/11).

Ads

Almuniza menjelaskan, sesampai di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Handayani akan dijemput oleh keluarganya. “Kita turut berduka cita atas kejadian ini. Kepada yang ditinggalkan, semoga tabah,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun BPPA, selama ini Handayani tinggal dan bekerja di salah satu toko sembako orang Aceh yang terletak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Kira-kira 10 hari yang lalu, Almarhum pingsan tiba-tiba saat tengah bekerja. Kemudian, oleh pemilik toko kelontong tersebut, Handayani segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Menurut dokter yang memeriksa, almarhum menderita sakit lambung,” jelas Almuniza mengutip penjelasan Ketua Taman Iskandar Muda (TIM)Cabang Pasar Minggu, Syaifullah.

Hal tersebut, tambah Almuniza, terulang lagi tadi siang, tepatnya usai bakda Zuhur. Handayani saat itu kembali pingsan. “Nah, setibanya di rumah sakit, almarhum sudah tidak bernyawa,” jelas dia. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Bangkai ternak babi ditemukan mengapung di Sungai Rintis-Kilangan, Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil. Kemunculan bangkai ini membuat masyarakat sekitar jadi resah. Warga Singkil, Hardi mengatakan, bangkai tersebut diketahui warga sejak tadi pagi. Saat itu, seorang nelayan yang hendak melaut melihat bangkai babi yang mengapung di sungai itu. Warga di bantaran sungai itu khawatir, bangkai babi yang diduga hanyut dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tersebut membawa penyakit. “Kami khawatir sejumlah hewan ternak bangkai babi ini membawa penyakit, apalagi baunya sangat menyengat,” katanya saat dikonfirmasi. Sementara Camat Singkil Syafrizal, membenarkan bangkai babi itu sudah mencemari sungai di Singkil. Ia menduga, bangkai babi berasal dari Dairi, Sumatera Utara. Untuk itu, ia meminta warga tidak menggunakan air sungai sebagai keperluan untuk sementara waktu. Sebab, dikhawatirkan bisa berdampak bagi kesehatan. “Kita sudah imbau, terutama anak-anak untuk tidak berenang di sungai,” katanya. [Randi] #acehbarat #acehtimur #acehtengah #aceh #acehbesar #acehselatan #acehtamiang #acehtenggara #acehsingkil #abdya #bandaaceh #bangkaibabi #mengapung #sungai #kotor #pencemaran #dampakburuk #kesehatan #warga #hatihati

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on