Strategi Persiraja Agar Tak Tekor Saat Tandang ke Papua

Pemain persiraja saat latihan. (Foto: Eko)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Liga 1 musim 2020 akan segera bergulir. Menurut draft sementara yang dikeluarkan PT LIB, partai pembuka akan dihelat pada 29 Februari 2020.

Ajang ini juga akan mempertemukan dua tim dengan jarak yang sangat jauh sekitar 5.000 kilometer lebih, antara Persiraja Banda Aceh dan Persipura Jayapura. Kedua tim ini untuk pertama kalinya akan berlaga dalam kompetisi resmi.

Manajemen Persiraja Banda Aceh menyadari akan hal itu. Mereka juga sudah mempersiapkan alternatif untuk bisa menekan pengeluaran untuk biaya transportasi. Salah satu caranya yaitu menggunakan jalur transit via Kuala Lumpur.

Ads

Baca: PT LIB Rekomendasikan Persiraja Perbaiki Stadion Harapan Bangsa

Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, mengatakan ada dua alternatif yang akan digunakan pihaknya saat pertandingan away ke wilayah bagian Timur Indonesia. Yaitu, via Kuala Lumpur atau memesan tiket pesawat jauh hari sebelum pertandingan.

“Kalau via Kuala Lumpur kita kemungkinan akan beberapa kali transit, seperti Kuala Lumpur – Bali – Makassar baru ke Jayapura. Itu salah satu alternatifnya. Atau kita bisa pesan tiket jauh-jauh hari, kalau tidak via Kuala Lumpur tapi. Kalau lewat Kuala Lumpur kita tidak bisa pesan tiket jauh-jauh hari,” kata Rahmat usai memantau latihan pemain Persiraja Banda Aceh di stadion H Dhimurtala, Kamis (6/2).

Menurutnya, belajar dari babak 8 besar liga 2 tahun lalu, pihaknya menggunakan via Kuala Lumpur untuk bisa ke Pulau Jawa. Kata dia, biayanya lebih murah ketimbang harus penerbangan langsung. Meskipun harus transit beberapa kali.

Dengan cara seperti itu, kata Rahmat, tentu konsekuensinya pemain akan mengalami kelelahan, meskipun biaya yang dikeluarkan agak sedikit hemat.

“Tapi mau gak mau harus kita lakukan. Dari pada setengah musim kita sudah jebol. Lebih baik pemain capek sedikit, ya gapapa lah dari pada (anggaran) jebol setengah musim,” ucapnya.

Selain itu, Manajemen Persiraja juga akan menyurati PT LIB soal jadwal home away, yang dinilai merugikan tim yang berjuluk laskar rencong tersebut. Mereka menginginkan agar ada jadwal dua kali home dan dua kali away.

“Kita minta dua kali home dua kali away. Kita akan bersurat pada PT LIB dalam beberapa hari ini untuk meminta itu. Perubahan itu, bukan hanya Persiraja tapi hampir semua klub meminta,” ujarnya. [Rand]