Pemkab Aceh Singkil Larang Hiburan Malam

Bupati Aceh Singkil, Dul musrid. (Kanal Aceh/Khadafi)

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akhirnya menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan hiburan tertanggal 3 Maret 2020.

Hal ini dilakukan menyusul insiden tertembaknya penonton keyboard saat pesta pernikahan di Desa Sidorejo, Gunung Meriah, Minggu (14/7) malam.

Pada pasal 7, disebutkan waktu penyelenggaraan hiburan yang dilaksanakan oleh perorangan dimulai pukul 08.00 Wib sampai 18.00 Wib.

Sementara untuk kegiatan pemerintah, partai politik, hari besar nasional dan kegiatan keagamaan dimulai pukul 08.00 Wib sampai 24.00 Wib.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid menegaskan Perbup tentang larangan hiburan malam di Aceh Singkil harus ditegakkan.

“Harus dikerjakan, saya tidak peduli, kalau ada yang melanggar, sampaikan kepada Polisi,”

“Sebagai kepala daerah tidak mau lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saya perintahkan tidak ada lagi hiburan di malam hari, terkecuali kegiatan pemerintah daerah,” ucap Dulmusrid, Minggu (8/3).

Intinya dalam Perbup, kata Dulmusrid, bagi masyarakat tidak dibolehkan menggelar organ tunggal (keyboard) pada malam hari, boleh dilakukan hanya pada siang hari sampai sore hari yakni pada pukul 08.00 Wib sampai pukul 18.00 Wib.

Selanjutnya pada pasal 4, hiburan yang dimaksud diantaranya adalah keyboard, orkes atau hiburan lainnya yang menggunakan alat musik.

“Yang namanya hiburan itu kan seperti kendangan atau orkes yang menimbulkan banyak orang datang itu tidak boleh,”

Bagi pelanggar, akan ditindak oleh pihak kepolisian. “Itu diserahkan ke Polisi, karena ijinnya kepada pihak kepolisian,” pungkas Dulmusrid. [Khadafi]

 

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Personel Polresta Banda Aceh menangkap sepasang kekasih yang usai isap sabu, di Lampulo, Banda Aceh. Kedua tersangka tersebut berinisial ELG (34) dan MA (39) warga Banda Aceh saat diringkus di sebuah rumah yang disewakan oleh MA. Polisi juga menemukan barang bukti berupa sabu seberat 0,15 gram, alat kontrasepsi, tisu magic, botol mineral sebagai alat hisap dan mancis sebagai pemantik api. Kasat Resnarkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, mengatakan saat dilakukan penangkapan, tersangka baru saja mengkonsumsi sabu. “Mereka diringkus Polisi karena mengkonsumsi sabu, kemudian berencana melakukan hubungan terlarang layaknya suami isteri,” kata Kasat Resnarkoba dalam keterangannya, Minggu (8/3). Bukan hanya sabu, polisi juga menemukan alat kontrasepsi, botol mineral dan mancis dibawah ranjang tidur di dalam kamar tersangka MA. Setelah dilakukan interogasi oleh petugas, tersangka ELG mengaku membeli sabu pada SE di kawasan Darussalam, Aceh Besar senilai 200 ribu. “Tersangka MA pada saat di tangkap, ikut serta mengisap sebagian dari barang bukti Narkotika jenis sabu, yang ditemukan petugas, rencananya kedua tersangka akan melakukan hubungan badan layaknya suami isteri di dalam rumah tersebut, namun hal itu belum terjadi karena telah tertangkap,” ucap Bobi. Kasat Resnarkoba mengatakan, kedua tersangka berstatus pacaran, ELG seorang duda dan MA berstatus janda. Kedua tersangka beserta dengan barang bukti saat ini berada di Polresta Banda Aceh guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 112 ayat jo Pasal114 ayat (1), UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka akan diancam 12 tahun penjara. [Randi] #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #sabusabu #ganja #narkoba #narkotika #tercyduk #mesum #tisumagic #alatkontrasepsi #hubunganterlarang

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Related posts