Pemerintah Aceh Siapkan Pemakaman Massal Korban Virus Corona

Pemerintah Aceh Siapkan Pemakaman Massal Korban Virus Corona
Ilustrasi, simulasi penanganan pasien corona. (indopublika)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM)  – Salah satu langkah Pemerintah Aceh untuk memutus rantai penyebaran virus corona di tanah rencong, ialah menyediakan lahan untuk pemakaman khusus pasien yang meninggal karena terinfeksi Covid-19.

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani membenarkan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk pemakaman. Meskipun informasi terkait lokasi penguburan massal itu bukanlah kabar baik untuk disampaikan, ia menyebut harus menginformasikannya sebagai salah satu bukti kesiapan pemerintah daerah.

“Tapi saya ingin sampaikan, Pemerintah Aceh sedang mempersiapkan tanah untuk kuburan massal korban virus corona,” ujar Saifullah saat live video conference, Sabtu malam (28/3).

Ads

Saifullah mengatakan, langkah tersebut perlu dilakukan melihat pengalaman di berbagai negara, serta kondisi terkini bahwa Indonesia salah satu negara dengan jumlah angka kematian tertinggi yang disebabkan karena virus corona.

“Hal ini perlu kita mempersiapkan berdasarkan pengalaman 160 negara. Angka kematian Covid-19 di Indonesia termasuk yang tertinggi, dan diatas angka kematian di negara lain,” ucapnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, kata Saifullah, Pemerintah Aceh juga harus mempersiapkan segala sesuatunya. Begitu juga dengan persiapan ruang perawatan, peralatan serta sumber daya manusia (SDM) nya.

“Pak Sekda Aceh sudah melihat lokasinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita memiliki satu tempat yang bisa memakamkan jenazah korban virus corona ini,” katanya.

Saat ini, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Aceh mencapai 416 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 39 orang, namun tiga diantaranya masih dirawat di RSUZA.

Sementara pasien positif corona di Aceh sebanyak empat orang. Tiga diantaranya tengah menjalani perawatan di rumah sakit, dan satu pasien meninggal dunia. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Untuk mencegah penyebaran wabah virus corona, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyurati Menteri Perhubungan untuk menutup Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar sementara waktu. Permohonan penutupan itu disampaikan melalui surat Bupati Aceh Besar tertanggal 27 Maret 2020. Apalagi, saat ini di Aceh sudah ada 4 positif covid-19, satu diantaranya meninggal dunia. Karena itu, Mawardi Ali berharap untuk sementara waktu penerbangan komersil ditutup untuk tujuan ke Aceh melalui bandara SIM. Kabag Humas Pemkab Aceh Besar, Muhajir membenarkan surat Bupati Aceh Besar tentang permohonan penutupan Bandara SIM tersebut. “Iya benar. Surat itu untuk penutupan Bandara SIM,” ujar Muhajir saat dikonfirmasi, Sabtu, 28 Maret 2020. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #pltgubernur #angkasapuraII #lockdown #lockdownlokal #antisipasi #corona #covid_19 #cegahcorona #tutupsementara

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads