Abdya Mulai Terapkan Jam Malam, Kios Boleh Buka

by Fahzian Aldevan

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai menerapkan jam malam. Penerapan jam malam tersebut mulai sejak pukul 20:30 hingga 05:30 pagi, yang dimulai pada, Jum’at (3/4).

Kepala sekretariat gugus percepatan dan pencegahan virus Covid-19, Amiruddin, mengatakan penerapan jam malam ini sudah diberitahukan kepada seluruh masyarakat, agar tidak berkeliaran mulai jam yang sudah di tentukan.

“Penerapan jam malam ini bertujuan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dan kita meminta para masyarakat untuk mematuhinya,” kata Amiruddin.

Sebelumnya, para tim pencegahan Covid-19 mulai patroli di malam hari untuk menghimbau masyarakat untuk tidak membuat keramaian.

“Kita minta masyarakat tidak memblokir jalan. Selain itu kios – kios boleh di buka tapi dengan catatan tidak boleh ada keramaian,” sebutnya.

Ia mengharapkan, jika tidak mendesak dan berkepentingan lebih baik masyarakat dirumah saja. “Kita minta masyarakat tidak melakukan aktifitas diluar rumah pada penerapan jam malam yang sudah di tentukan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran covid-19 di Abdya yang di tandai dengan meningkatnya jumlah warga dalam status orang dalam pemantauan (ODP) karna covid -19, dianggap perlu melakukan penerapan jam malam, melalui pembatasan aktifitas malam sejak pukul 20:30 sampai dengan 05:30. [Jimi Pratama]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM)- Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Banda Aceh, melakukan langkah kreatif dengan menciptakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield Mask atau pelindung wajah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian para pelajar SMK Negeri 2 Banda Aceh dalam membantu mencegah penyebaran virus corona di Kota Banda Aceh. Pelindung wajah ini diproduksi sendiri oleh pelajar di sekolah tersebut, untuk dapat dipergunakan oleh tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri menyampaikan saat ini pelindung wajah sangat dibutuhkan, untuk melindungi tenaga medis agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui cipratan batuk dan bersin dari pasien pada saat mereka bekerja. “Face Shield Mask ini merupakan salah satu perangkat APD (Alat Pelindung Diri) yang selalu digunakan tenaga medis saat menangani pasien yang terduga atau sudah terpapar Covid-19 atau Virus Corona,” katanya, Kamis (2/4). selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #smk #kreatif #inovatif #kesehatan #ADP #pelindungdiri #dokter #rumahsakit #cegahcorona

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

You may also like