Plt Gubernur Aceh Minta ASN dan Warga Tidak Mudik Meskipun di Dalam Provinsi

Puncak arus balik di Aceh diprediksi Sabtu-Minggu
ilustrasi. (merdeka.com)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengeluarkan instruksi kepada Bupati dan Walikota se Aceh untuk mengimbau masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah masing-masing, agar tidak mudik menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Hal itu guna, menghindari penularan virus korona atau Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di Aceh. Surat Instruksi Gubernur Aceh itu tertuang dalam Nomor 07/instr/2020 bertanggal 14 April 2020 tentang sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat dan aparatur sipil negara agar tidak mudik guna menghindari virus korona atau Covid-19.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan surat instruksi itu ditujukan kepada seluruh Bupati dan Walikota di Aceh dengan memperhatikan sejumlah ketentuan yang telah ada.

Ads

Kata dia, Plt Gubernur Aceh menilai diperlukan langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Maka dengan ini menginstruksikan kepada para Bupati/Walikota se-Aceh untuk, kesatu, menerbitkan imbauan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten/Kota dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan mudik ke luar dan ke dalam Provinsi Aceh dalam rangka Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1441 H,” ujar Iswanto menyebutkan bunyi instruksi tersebut.

Bunyi instruksi yang kedua adalah melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mudik dalam rangka Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1441 H, baik antar Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh maupun ke luar Provinsi Aceh.

“Ketiga, dalam hal masyarakat terlanjur mudik, maka Pemerintah Kabupaten/ Kota, menginstruksikan kepada Keuchik atau nama lain untuk membentuk Satgas Gampong Pengawas Orang Dalam Pemantauan (ODP) sesuai dengan protokol kesehatan dan melaporkan ke Kantor Kecamatan dan Kabupaten/Kota untuk proses pengawasan,” kata Iswanto. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Tim Survei TDMRC yang merupakan bagian dari Satgas Covid-19 Unsyiah melaporkan hasil kajian terkait perilaku perlidungan diri tenaga kesehatan terhadap pandemi Covid-19 di provinsi Aceh. Salah satu hasilnya adalah, sebagian responden yang merupakan tenaga medis tersebut mengeluhkan isolasi sosial dari masyarakat karena profesi mereka. Ketua Tim Survey TDMRC dr. Ichsan, menjelaskan survey ini diikuti oleh 1.132 responden dari 12 profesi kesehatan yang bertugas di layanan kesehatan publik di 23 kabupaten/kota di Aceh. Lebih dari 90 persen responden merasa dirinya sangat berisiko tertular virus corona dalam melakukan tugasnya. Selain itu, terdapat ironi yang berkembang dalam masyarakat yaitu adanya isolasi social terhadap tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan kepada pasien Covid-19. “Beberapa keluhan yang disebutkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh tentang adanya keluhan petugas medis yang ditolak oleh warga kampungnya saat akan kembali ke tempat tinggalnya, setelah selesai bertugas melayani pasien Covid-19 adalah benar adanya,” ucap dr. Ichsan, dalam keterangannya, Selasa (14/4). selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #perawat #petugasmedis #dokter #sanksi #isolasisosial #dijauhi #cegahcorona #lawancovid19 #antisipasi

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads