Cut Rani Asal Aceh, Hadirkan Nuansa Baru di Blantika Musik Dangdut Indonesia

Cut Rani. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Cut Rani Dara asal Aceh mencoba menggebrak blantika musik dangdut Indonesia dengan single terbarunya berjudul “Saling Menjaga”.

Walau kehadirannya masih perdana di blantikan musik Nasional, Cut Rani, memberanikan diri untuk bermain di gendre musik yang sedikit berbeda dengan lagu yang saat ini viral.

Kehadairan Cut Rani, diharapakan mampu memberi nuasan baru diblantikan musik dangdut indonesia. Bahkan bisa menjadi koleksi bagi pecinta musik dangdut di Indonesia.

Ads

“Alhamdulillah, hari ini, Seingel perdana Cut Rani yang bertajuk “Saling Menjaga” resmi diluncurkan dan sudah bisa dinikmati di akun youtube resmi D2X Management,” Kata Pimpinan D2X Management, Suryadi di Banda Aceh.

Suryadi mengaku, kehadiran Cut Rani sebagai pendatang baru diblantikan musik kususnya bermain di gendre dangdut, mampu menambahkan koleksi artis dangdut asal Aceh yang sebelumnya sukses seperti Paul Lida, Cut Zuhra Lida dan Niken KDI.

“Cut Rani adalah putri Aceh yang memiliki telante di bidang tarik suara yang luar biasa, dan ini terbukti di singel perdaanya, Smeoga Rani bisa mengikuti kakak seniornya dalam dunia tarik suara,” ucapnya.

Untuk single perdana, Rani diakui banyak melibatkan musisi musik dan lagu di Aceh, untuk lirik karya terbaru Rais Farmiadi, Sedangkan untuk Arrsement awal ditangani Piul 41 Studio, sedangkan Video klipnya ditangani oleh Joel Entertaiment, selain itu, single ini juga turut melibatkan Y_studio sebagai mastering hasil audio.

“Dalam menyempurnakan musik kami juga dibantu oleh Ebon dan Ivan dari D2X_Studio, dan Saat ini, Singgel tersebut sudah bisa dinikmati di youtube dan seluruh platform musik yang ada di dunia, Semoga singel perdana Rani bisa di terima dengan baik oleh pecinta musik di Indonesia,” harapnya. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – MPU Aceh mengeluarkan Tausyiah bernomor 5 Tahun 2020 terkait ibadah di bulan ramadan. Salah satu poin dalam tausiah itu, salat tarawaih tidak dilarang dan tetap digelar seperti biasanya. Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali menyebutkan, keputusan itu diambil dari pandangan tokoh, pejabat pemerintahan dan para ulama yang ada di Aceh. Melihat kondisi saat ini, kata Faisal, salat tarawih berjamaah tetap digelar, meskipun di tengah wabah virus corona (Covid-19). “Ada 13 poin dalam Tausyiah itu terkait pelaksanaan ibadah bulan ramadan, jadi tetap salat tarawih berjamaah dilakukan seperti biasa di masjid,” ujar Faisal Ali saat dikonfirmasi, Selasa (21/4). Jemaah shalat tarawih malam pertama di Masjid Raya Baiturrahman, Minggu (5/5). (Abdul Hadi/Humas Pemprov Aceh) Namun, kata Faisal, ada beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh warga. Yaitu, ke masjid harus menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri. Kemudian masjid diimbau tidak menggelar ambal. Kemudian, terkait jarak antarshaf, akan dikembalikan kebijakannya ke masjid-masjid. “Tetap membawa sajadah sendiri-sendiri, dan warga kita minta untuk terapkan protokol kesehatan,” ujar Faisal. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #mpu #himbauan #shalattarawih #bulanpuasa #bulansuci #ramadhan #sajadah #masjid #tempatibadah

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on