Irpannusir : Pembangunan Break Water Pantai Jilbab di Usulkan ke APBN

  • Whatsapp

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Perencanaan pembangunan break water yang terletak di Gampong Kedai Palak Kerambil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah masuk dalam Detail Engineering Design (DED) Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 ditahun 2022 untuk diusulkan kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal itu dikatakan oleh Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Irfannusir saat dijumpai awak Media disalah satu Cafe di Blangpidie, Selasa (25/8)

” Sudah kita lakukan pengecekan ke balai wilayah sungai sumatera 1, perencanaan pembangunan break water gampong kedai palak kerambil sudah masuk DED tahun  2022 untuk diusulkan”. Katanya

Katanya, jika DED atau tahapan perencanaan sudah selesai di balai wilayah sungai sumatera 1, dan diusulkan ke APBN, maka proses pembangunan proyek tersebut sudah bisa dilakukan tender walaupun ditahun yang sama.

Dirinya menerangkan, jumlah anggaran untuk pembangunan tanggul pemecah ombak tersebut sekitar Rp. 50 atau 70 miliar rupiah. Maka dari itu, katanya, anggaran pembangunan harus dimasukkan kedalam APBN, lantaran Otsus APBA tidak mampu menangani permalasahan itu.

“Perkiraan kita, dengan jumlah anggaran tersebut panjang pembangunan break water mencapai 1 kilometer, dan ini masih perhitungan kasar kita, karena lebih jelasnya pihak pengerjaan yang lebih mengetahuinya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, setiap tahunnya sepanjang Gampong Kedai Palak Kerambil dan sepanjang pesisir Pantai Jilbab, Kecamatan Susoh, Abdya selalu diterjang abrasi.

Akibatnya, beberapa rumah warga yang tinggal berdekatan dengan laut hancur diterpa ombak besar setinggi 2 hingga 3 meter.

Related posts