PKS PT. Mon Jambe Abdya Jamin Tidak Permainkan Harga TBS Sawit Petani

  • Whatsapp

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Mon Jambe yang terletak di Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan menjamin tidak akan pernah mempermainkan harga Tandan Buah Segar (TBS) petani.

Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh Komisaris PT. Mon Jambe H. Subarni saat diwawancarai awak media usai peresmian PT. Mon Jambe yang dilakukan langsung oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Sabtu (16/10).

“Insyaallah saya akan menjamin kalau PT. Mon Jambe tidak akan mempermainkan harga sawit petani, dan juga tidak akan membuat kartel atau kerjasama antara perusahaan dengan sekelompok produsen yang dapat merugikan petani sawit,” kata dia.

Saat ditanyai mengenai tingginya tingkat sortiran sawit petani, Subarni menyebutkan, bahwa setiap PKS memiliki kriteria masing-masing dalam membeli TBS petani. Maka dari itu, pihaknya tidak akan memaksa petani harus selalu mejual sawit mereka ke PT. Mon Jambe.

“Di PT. Mon Jambe kita akui mungkin sortiran sedikit ketat, akan tetapi harga yang kita beli sesuai dengan TBS petani, dan di PKS lain mungkin sortiran tidak terlalu sehingga harganya mungkin rendah, namun petani sawit punya pilihan masing-masing kemana mereka akan menjual sawitnya,” jelasnya.

Sementara itu, itu Bupati Abdya Akmal Ibrahim menyebutkan, dengan kehadiran PKS PT. Mon Jambe dapat memperbaiki kesejahteraan petani sawit dimana selama ini kos pengeluaran membayar uang transportasi dalam satu truck Rp.800 ribu.

“Akan tetapi dengan hadirnya PT. Mon Jambe masyarakat petani sudah terbantu bahkan sudah mendapat untung lagi karena setengah harga transportasi sudah terpotong,” kata Akmal.

Sementara itu, kata dia, PT. Mon Jambe juga akan membeli TBS sawit petani dengan harga tertinggi dari pada PKS yang ada di Nagan Raya dan Aceh Selatan. Maka dengan kehadiran perusahaan tersebut bisa disebutkan rahmat bagi petani sawit yang ada di kabupaten bejuluk nagari breuh sigupai itu.

“Dulu kalaupun harga sawit mahal, PKS di Nagan Raya tetap membeli sawit dengan harga rendah, akan tetapi setelah adanya PKS Mon Jambe menjadi motor pendongkrak atau penyeimbang bagi PKS lain dalam membeli sawit petani,” jelasnya.

Disamping itu, Direktur PT. Mon Jambe, Muhammad Farid Reza menyatakan sebanyak 75 persen dari 150 total tenaga kerja di perusahaan itu merupakan masyarakat sekitar.

“Kami memberikan perhatian besar terhadap masyarakat sekitar sebagai upaya membantu perekonomian warga sekitar. Selain itu pabrik ini memiliki kapasitas olah Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 30-45 ton per jam,” katanya singkat.

Related posts