GPM Targetkan Jumlah Kader Pemuda Marhaenis 2 Juta di 2024

by danirandi

(KANALACEH.COM) – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode 2021-2025 yang saat ini melaksanakan pengukuhannya, berdasarkan hasil kongres GPM Ke X di The Sukarno Center tampaksiring Bali pada 5-6 November 2021 lalu.

Ketua Umum Gerakan Marhaenis (GPM) Hery Satmoko mengatakan, hal ini salah satu sejarah baru di Indonesia sejak peristiwa Perampasan Kekuasaan Pemerintahan Orde Lama yang saat itu adalah Presiden Soekarno.

Hery menambahkan, Bung Karno yang menghendaki Gerakan Pemuda Marhaenis ini di bentuk saat itu sebagai agen of change kelompok muda sebagai underbow Partai Nasional Indonesia (PNI).

Diketahui GPM terbentuk pada tanggal 31 Mei 1947. Proses musyawarah di organisasi tersebut secara simultan berjalan sesuai amanat kontitusi (AD/ART) organisasi yang melaksanakan muswarah/kongres I sampai di Kongres VII.

Berdasarkan kesepakatan Almarhumah Rachmawati Soekarno Poetri pada tahun 2018 dalam deklarasinya kembali mengangkat Saudara Hery Satmoko sebagai karateker Ketua Umum, untuk melaksanakan Kongres ke X di Jakarta, Namun belum selesai kongres dikaksanakan Rachmawati Soekarno Putri Meninggal dunia.

“Dengan segala hidayah dan petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa saya terpilih secara aklamasi oleh peserta kongres dari Sabang sampai Merauke, dan juga telah sukses melaksanakan pengukuhan,” kata Hery.

Sementara itu Sekjend GPM Shri I Gusti Ary Wedakarna MWS memgatakan, kegiatan pengukuhan tersebut mengusung Tema: Kebangkitan Marhaenis Menjawab Tantangan Zaman.

“Tema ini menunjukan bahwa, telah hadir ditegah Nusantara Gerakan Pemuda Marhaenis yang berideologi Pancasila 1 Juni 1945 (Pancasila yang digali oleh Bung Karno) sebagai ideologi Negara saat ini.

Dari 34 provinsi GPM sudah terbentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 29 Provinsi dan 514 DPC.

“Target kita akan sampai d 2024 sudah 2 juta kader dan anggota yang resmi menjadi Pemuda Marhaenis. Dan ini akan menjadi aset Sumber Daya Manusia Indonesia yang memiliki ideologi kebangsaan yang kuat,” “Fokus kami yang pertama dan utama adalah memberikan pemahaman nasionalis yang tinggi terhadap para kader dan anggota. Dan melakukan tindakan nyata untuk kepentingan marhaen (rakyat),” ujar Shri I Gusti.

You may also like