Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kapal Nelayan KM Puga Laot asal Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur bertabrakan dengan kapal cargo asal Hongkong Maersk Chilka di perairan Aceh tepatnya 72,2 mil dari laut Kota Lhokseumawe pada Selasa (15/7) malam.
Akibatnya kapal nelayan tersebut pecah dan tenggelam. Sementara awak kapal yang berjumlah 10 orang, 8 diantaranya berhasil diselamatkan dan 2 orang masih hilang hingga saat ini.
Baca: Kapal Nelayan Aceh Tenggelam di Selat Malaka, 8 Orang Selamat 2 Hilang
Panglima Laot Aceh MIftach Tjut Adek membenarkan peristiwa itu. Informasi yang dia dapatkan dari awak kapal yang selamat, saat itu kondisi cuaca badai.
Dua jam setelah insiden itu kapal cargo asal Hongkong tersebut langsung putar balik dan melakukan evakuasi terhadap nelayan Aceh lalu memberikan informasi kejadian ke tim SAR.
Korban dijemput tim SAR pada Kamis (17/7) dinihari perairan Kuala Idi, Aceh Timur atau 10 mil dari bibir pantai.
“Setelah tertabrak, terbalik dan berserakan baru sekitar dua jam kemudian Kapal Peti Kemas Maersk Chilka menyelamatkan awak kapal KM Puga Laot,” kata Mifatch kepada wartawan, Kamis (17/7).
Adapun awak kapal nelayan yang selamat yaitu Riski (tekong), Yudi, Muzakir, Hardiansyah, Firdani, Wahyu, Fahmi dan Syafawi. Sementara dua orang yang masih hilang yaitu Syaiful dan Abdurrahman.
Dari yang selamat itu tiga orang diantaranya terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius akibat tabrakan tersebut yaitu Yudi, Wahyu dan Hardiansyah.
“Penumpang hilang dan belum ditemukan sampai saat ini masih dalam pencarian oleh sekitar 18 kapal nelayan di titik lokasi kejadian. Sementara 3 korban selamat mengalami luka luka serius dan telah dilarikan ke IGD RSUD Zubir Mahmud,” katanya.






