Data BNN Sebut 80 Ribu Warga Aceh Terpapar Narkoba, Paling Banyak Ganja

Tanaman ganja. (ilustrasi. Asiatoday)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Marzuki Ali Basyah, mengungkapkan penurunan prevalensi penggunaan narkoba di Aceh dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data statistik BNN, angka pengguna narkoba di Aceh menurun dari 1,95 persen menjadi 1,73 persen, yang setara dengan sekitar 80.000 orang.

“Jika kita persentasekan angka ini, sekitar 80.000 orang dari seluruh Aceh,” kata Marzuki seperti dilansir laman kompas, Kamis, 24 Juli 2025.

Lebih lanjut, Marzuki menjelaskan, dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen lebih merupakan pengguna narkoba jenis ganja.

“80 persennya itu terpapar narkotika jenis ganja, sisanya narkoba jenis lainnya,” ujarnya.

Sebagai upaya menanggulangi masalah ini, BNNP Aceh telah meluncurkan Program Berdikari Tani, Aksi Grand Desain Alternative Development, serta Pembentukan Relawan Anti Narkoba di Gampong Leugah, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, pada Rabu (23/7/2025).

Program ini merupakan bagian dari strategi BNN dalam mendukung pembangunan alternatif berbasis pertanian produktif sebagai solusi untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya di daerah rawan.

“Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembentukan Relawan Anti Narkoba sebagai bagian dari penguatan peran serta masyarakat dalam menjaga ketahanan sosial di tingkat gampong,” sebut Marzuki.

Ia menekankan pentingnya pendekatan pembangunan alternatif sebagai strategi utama dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba.

Related posts