SMKN 1 Abdya Lepas 277 Siswa Untuk Magang di Dunia Industri

Foto : Ratusan para siswa dibekali sebelum di lepas ke dunia perindutrian.

BLANGPIDIE (KANALACEH.COM) – Sebanyak 277 siswa-siswi SMK Negeri 1 Aceh Barat Daya secara resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke sejumlah perusahaan ternama yang tersebar di Jakarta, Medan, dan berbagai wilayah di Provinsi Aceh.

Acara pelepasan digelar secara khidmat di aula sekolah yang dihadiri oleh para pengawas sekolah, komite, guru pendamping, serta kepala sekolah di aula sekolah setempat, Sabtu (2/8/2025).

Pelepasan ini menjadi tonggak penting dalam proses pembelajaran berbasis industri yang selama ini menjadi fokus pengembangan di SMK Negeri 1 Aceh Barat Daya.

Dari total 277 peserta, sejumlah siswa mendapatkan kesempatan langka untuk melaksanakan PKL di perusahaan besar berskala nasional di luar Aceh.

Dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), sebanyak 9 siswa diberangkatkan ke PT Inti Prima di Jakarta.

Sementara itu, dari jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM), 6 siswa berangkat ke PT Yamaha Motor Indonesia yang juga berlokasi di Jakarta.

Di Medan, ada 4 siswa dari jurusan TSM (Teknik Sepeda Motor) ditempatkan di kantor Yamaha Alfa Scorpii, dan 4 siswa dari jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) akan menjalani PKL di PT Panasonic Medan.

Sisanya, puluhan siswa lainnya akan melaksanakan PKL di berbagai perusahaan, bengkel, institusi, dan unit usaha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh, sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing.

Kepala SMK Negeri 1 Aceh Barat Daya, Irma Suryani, kepada media ini menyampaikan bahwa penempatan siswa PKL ini merupakan hasil koordinasi antara pihak sekolah, komite, dan wali siswa.

Ia menekankan bahwa seluruh proses penganggaran keberangkatan, terutama untuk penempatan di luar daerah, sepenuhnya menggunakan dana komite yang telah disepakati bersama.

“Penempatan siswa PKL ke perusahaan-perusahaan luar Aceh, seperti di Jakarta dan Medan, dilakukan atas permintaan wali siswa yang ingin anak-anak mereka memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri berskala nasional. Akomodasi dan kebutuhan selama PKL untuk siswa luar daerah telah disiapkan oleh sekolah, bekerja sama dengan wali dan komite,” jelas Irma.

Lebih lanjut, Irma Suryani menegaskan bahwa setiap siswa yang diberangkatkan akan mendapatkan pendampingan penuh dari guru pembimbing yang ditugaskan.

Hal ini guna memastikan bahwa kegiatan PKL berjalan sesuai dengan kurikulum dan kompetensi yang diharapkan.

“Setiap peserta PKL akan didampingi guru pembimbing. Mereka tidak hanya memastikan kelancaran administrasi dan evaluasi siswa, tetapi juga sebagai penghubung antara pihak sekolah dan industri,” tambahnya.

PKL ini dijadwalkan berlangsung selama lima bulan, terhitung sejak tanggal 4 Agustus 2025 hingga 5 Januari 2026. Para siswa akan belajar langsung di dunia kerja yang sesungguhnya, mengenal budaya kerja profesional, serta menyesuaikan diri dengan ritme industri.

Irma juga berpesan kepada seluruh peserta PKL agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menjaga nama baik sekolah, serta menunjukkan sikap profesional selama mengikuti kegiatan.

“Saya berharap para siswa dapat menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi yang terbaik di tempat PKL masing-masing. Ingat, kalian adalah duta sekolah, tunjukkan bahwa lulusan SMK Negeri 1 Aceh Barat Daya siap bersaing di dunia kerja,” pesan Irma.

Salah satu guru pendamping, Said Muhammad Iqbal menyebutkan bahwa pembekalan terhadap siswa telah dilakukan secara intensif sebelum keberangkatan.

Hal ini bertujuan agar para siswa memahami etika kerja, cara berkomunikasi dengan atasan, serta penanganan alat dan teknologi yang digunakan di industri.

“Kami sudah siapkan siswa melalui pembekalan materi dan simulasi di sekolah. Mereka juga sudah dibekali dengan pemahaman soft skill agar bisa cepat menyesuaikan diri di tempat kerja,” ungkap Said Iqbal.

Sementara itu, perwakilan komite sekolah, H. Syamsidiq Ibrahim, mengapresiasi langkah proaktif sekolah dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan ternama.

Menurutnya, pengalaman langsung di industri akan memberikan nilai tambah yang besar bagi siswa ketika lulus dan memasuki dunia kerja.

“PKL ini bukan hanya kewajiban kurikulum, tapi juga investasi masa depan anak-anak kita. Kami sebagai orang tua tentu mendukung penuh dan berharap mereka mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di tempat industri,” ujar Nek Syamsidiq sapaan akrabnya.

Dengan keberangkatan 277 siswa ini, SMK Negeri 1 Aceh Barat Daya kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga mampu beradaptasi dan bekerja di lapangan sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.(*)

Related posts