20 Tahun Damai Aceh-RI, Mualem Segera Temui Prabowo Tagih Realisasi MoU Helsinki

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Eks Panglima GAM Muzakir Manaf alias Mualem yang juga menjabat sebagai Gubernur Aceh akan segera menjumpai Presiden Prabowo Subianto untuk membicarakan butir-butir MoU Helsinki yang sebagian tak kunjung dipenuhi oleh pemerintah pusat.

Menurutnya sudah 20 tahun damai GAM dan RI namun butir-butir kesepakatan itu hanya terealisasi sekitar 35 persen. Sisanya terjadi tarik-menarik antara Aceh dan Pusat.

“Dari perjanjian, kita tidak lagi menuntut kemerdekaan itu janji tokoh-tokoh. Pada intinya hanya 35 persen yang dapat rampung antara perjanjian Pusat dan Aceh,” kata Mualem saat peringatan Hari Damai Aceh ke 20 di Gedung Bale Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (15/8).

Ia juga mengimbau para mantan kombatan untuk tetap sabar selepas peringatan hari damai ini Mualem akan menjumpai Presiden Prabowo untuk menagih butir-butir kesepakatan damai yang belum terealisasi.

“Saya selepas ini akan menjumpai Presiden akan menyatakan semua yang terkait masalah MoU Helsinki,” ujarnya.

Salah satu yang belum terealisasi saat ini kata Mualem ada pada poin 3.2.5 MoU Helsinki dimana pusat akan mengalokasikan tanah pertanian dan dana yang memadai untuk memperlancar reintegrasi mantan pasukan GAM.

Saat itu mantan kombatan akan mendapat 2 haktare tanah untuk lahan perkebunan. Namun hingga saat ini janji tersebut belum juga dipenuhi oleh pusat karena alasan gonta-ganti kementerian pertanahan.

“Dijanjikan oleh pusat untuk kombatan 2 hektare sampai saat ini tidak ada sebatang pun dari yang dijanjikan. Nihil sama sekali,” katanya.

Meski begitu Maulem mengatakan dirinya dan juga mantan kombatan tetap ikhlas menjaga perdamaian hingga saat ini sebagai komitmen perjanjian dari 20 tahun yang lalu.

Related posts