Perusahaan Migas Rusia Sampaikan Minat Investasi di Aceh

Perusahaan Migas Rusia Sampaikan Minat Investasi di Aceh. (ist)

(KANALACEH.COM) – Perusahaan migas terkemuka di Rusia Sakhalin Energy menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Aceh. Hal disampaikan langsung oleh manajemen perusahaan tersebut pada pertemuan bersama Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haythar, di Roscongress Club A, Lantai 11, Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Sabtu (6/9/2025)

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe Zulfikar Idris, dalam keterangannya menyebutkan, ada berbagai pertemuan yang diikuti oleh Wali Nanggroe selama di Rusia, salah satunya dengan manajemen Sakhalin Energy.

Diketahui, Sakhalin Energy merupakan anak perusahaan yang dikendalikan Gazprom, raksasa energi milik Rusia, dengan status strategis dalam mengelola proyek energi besar Rusia di Pasifik, yakni Sakhalin-2.

Proyek tersebut dikenal sebagai salah satu penghasil utama minyak dan gas alam cair (LNG) Rusia, dengan pasar utama Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Pada pertemuan dengan Manajemen Sakhalin Energy, Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq, Konsul Kehormatan RI untuk Federasi Rusia Anton A. Zubko, dan Sekretaris Tatyana Andriyevna.

Pertemuan selama satu jam itu dihadiri Direktur Keuangan Sakhalin Energy, Roman Sinitsky, serta Direktur Pemasaran Andrey Okhotkin, membahas peluang kerja sama sektor minyak dan gas di Aceh, termasuk skema joint venture.

“Pihak Sakhalin Energy menyampaikan ketertarikan untuk menanamkan modal di Aceh sebagai bagian dari ekspansi mereka ke Asia Tenggara,” kata Tgk Malik Mahmud, Senin (8/9/2025)

Dalam forum itu, Wali Nanggroe memaparkan profil investasi Aceh, termasuk potensi sumber daya alam, letak geografis yang strategis di jalur pelayaran internasional, serta capaian dua dekade perdamaian sebagai fondasi stabilitas politik dan keamanan.

“Kita turut membahas kemungkinan pengangkutan gas dari Sakhalin melalui Aceh ke negara-negara lain,” ujarnya.

Manajemen Sakhalin Energy, sambung Wali Nanggroe, merespons positif pemaparan tersebut dan dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Aceh pada tahun ini, untuk meninjau langsung potensi sektor energi serta mendalami peluang kerja sama investasi.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir Wali Nanggroe berada di Kota Vladivostok untuk memenuhi undangan berpartisipasi pada kegiatan Eastern Economic Forum (EEF). Forum tersebut diikuti sekitar 8.400 peserta dari kurang lebih 75 negara dan wilayah, termasuk delegasi pemerintahan, pelaku usaha, dan media.

Related posts