Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Perusahaan Alzayer Group dari Arab Saudi menyatakan kesiapannya berinvestasi di sektor transportasi udara di Aceh dan akan menyediakan 8 unit pesawat berbagai ukuran.
Minat tersebut disampaikan pimpinan perusahaan ke Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem saat bertemu dengan para pengusaha Timur Tengah di Kota Makkah Al-mukarramah, Arab Saudi.
Mualem dalam pertemuan itu sebelumnya memaparkan berbagai potensi investasi yang bisa digarap oleh investor terkemuka di Arab Saudi seperti Sadeen Al-Bait, dan pengusaha dari Qatar, Sudan, Kuwait, serta Uni Emirat Arab.
“Kita juga memperkenalkan rencana pendirian maskapai Aceh Airlines sebagai langkah strategis membuka konektivitas udara langsung domestik dan internasional dari Aceh,” kata Mualem dalam keterangannya, Jumat (17/10).
Paparan tersebut mendapat sambutan antusias dari para investor. Sejumlah perusahaan menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Aceh.
“Perusahaan Alzayer Group dari Arab Saudi menyatakan kesiapannya berinvestasi di Aceh Airlines,” kata Mualem.
Selain di transportasi Mualem juga menawarkan di sektor pertambangan, minyak bumi, batu bara, tambang emas hingga bijih besi.
Kemudian di sektor pertanian dan perkebunan, terutama komoditas unggulan seperti cengkeh, pala, dan kayu manis yang dinilai diminati oleh pasar Timur Tengah.
Mualem mengajak para investor untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan industri pengolahan di Aceh, termasuk pembangunan pabrik minyak kelapa sawit, pabrik pengolahan ikan, pabrik serbuk kayu (wood pellet), dan industri biomassa.
Mualem juga mengatakan bahwa Sadeen Al-Bait Group juga berencana investasi di sektor energi biomassa, dan perusahaan asal Kuwait, Al-Barrak Company, menyatakan minatnya membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit serta pabrik ikan kaleng di Aceh.
“Para investor tersebut juga berencana melakukan kunjungan ke Aceh dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama tersebut,” ujarnya.






