Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Potensi minyak dan gas bumi (migas) Aceh kembali menarik perhatian investor asing. Dalam berbagai kesempatan promosi, termasuk pada ajang Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2025, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memaparkan potensi sumber daya hidrokarbon di wilayah kerja Aceh, khususnya di North Sumatra Basin.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah perusahaan internasional, termasuk dua perusahaan asal Jepang, yaitu Japan Petroleum Exploration Co., Ltd. (Japex) dan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (Jogmec).
Kedua perusahaan ini menyatakan minatnya untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor hulu migas Aceh.
Menindaklanjuti ketertarikan tersebut, BPMA bersama Japex dan Jogmec telah menjalin komunikasi intensif guna memfasilitasi berbagai kebutuhan dan informasi yang diperlukan dalam proses penjajakan awal.
Langkah ini menunjukkan keseriusan para pihak dalam mengembangkan potensi migas di wilayah Aceh yang selama ini masih memiliki prospek eksplorasi menjanjikan.
Sebagai bentuk komitmen awal, Japex dan Jogmec telah mengajukan proposal Joint Study Area (JSA) kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) untuk melakukan studi bersama di wilayah North Sumatra Basin.
Studi bersama ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait kondisi geologi dan potensi sumber daya migas yang ada, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah kerja sama selanjutnya.
“Ketertarikan investor Jepang tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi migas di Aceh. Minat dari Japex dan Jogmec menunjukkan bahwa Aceh memiliki daya tarik tersendiri di mata investor internasional. Kami akan terus memfasilitasi setiap proses yang mendukung investasi migas di Aceh secara transparan dan profesional,” ujarnya Kepala BPMA Nasri Djalal, Rabu, 29 Oktober 2025.
Lebih lanjut, BPMA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat promosi potensi migas Aceh di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memastikan seluruh proses investasi sejalan dengan regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, serta pelaku industri, diharapkan upaya ini dapat mendorong peningkatan produksi dan penambahan cadangan migas nasional dari wilayah Aceh,” ucapnya.
Sementara Jogmec Representative menyampaikan bahwa potensi migas North Sumatra Basin di wilayah Aceh masih memiliki potensi yang menarik untuk di eksplorasi lebih lanjut.
“Aceh masih menyimpan peluang kesuksesan yang lebih tinggi karena masih banyak wilayah yang belum tergarap, khususnya di kawasan laut dalam Andaman,” katanya.
Untuk mewujudkan potensi ini, kolaborasi intensif terus dilakukan antara regulator BPMA, Pemerintah Aceh, perusahaan migas KKKS, dan akademisi.






