Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Seorang santri kelas 12 di Dayah Babul Maghfirah, Kabupaten Aceh Besar, diduga nekat membakar pesantren karena sering dibully oleh teman seangkatannya.
Akibatnya bangunan asrama putra dan kantin dayah tersebut terbakar. Kasus itu terungkap setelah pihak kepolisian memeriksa CCTV dayah dan pelaku yang masih di bawah umur itu terlihat membakar kabel dan triplek hingga api menjalar ke bangunan pesantren.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Heri Purwono mengatakan, setelah membakar dayah pelaku melarikan diri ke rumah orangtuanya. Berdasarkan CCTV tersebut pelaku langsung diamankan di rumah orangtuanya.
Dari keterangan pelaku ia nekat membakar pesantren karena tidak tahan dibully terus-menerus oleh teman seangkatannya hingga muncul niat untuk membakar pesantren.
“Motif dari tersangka melakukan pembakaran ini adalah karena sakit hati sama temannya dia sering dibully, diejek oleh teman-teman santri,” kata Joko kepada wartawan, Kamis (6/11).
Meski tidak ada korban jiwa, tetapi pihak pesantren mengalami kerugian material akibat bangunan asrama terbakar. Polisi memastikan kasus ini murni dipicu persoalan pribadi dan tidak terkait unsur lain.
“Ini murni karena faktor sakit hati. Pembullyan ini bukan terjadi di hari itu saja, tapi sudah sering terjadi. Jadi mungkin semakin hari, semakin besar,” ujarnya.
Joko mengatakan pelaku yang jadi korban perundungan ini juga takut untuk melaporkan aksi perundungan ke pihak pesantren.
“Sepertinya tersangka ini mungkin takut. Perkiraan saya dia takut untuk melaporkan, tapi nanti kita perdalam lagi,” katanya.
Sebelumnya asrama putra Pondok Pesantren Babul Maghfirah pimpinan Teungku H Masrul Aidi (55) terbakar di Desa Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (31/10) sekitar pukul 03.49 WIB.






