Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gampong Blang Awee, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya nyaris hilang diterjang banjir yang melanda kawasan itu. Bahkan 90 persen rumah dan fasilitas lainnya terseret arus banjir.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan 45 rumah warga hingga fasilitas sekolah dan infrastruktur di gampong tersebut hancur dan rusak parah. Hingga saat ini 2 warga setempat meninggal dunia dan 1 hilang.
“Semuanya memang rusak dan bahkan hilang terseret arus banjir. Korban jiwa dua orang, dan satu masih hilang. Dan yang luka-luka dan sakit banyak yang dibawa ke rumah sakit. Ini 90 persen kampung ini hancur,” kata Sibral, Kamis malam, 27 November 2025.
Gampong Blang Awee, kata dia memang berada persis tepat di tepi aliran sungai itu tampak porak-poranda. Rumah warga, bangunan sekolah, hingga masjid rusak berat bahkan hanyut terbawa arus.
“Penduduk mengungsi ke titik Cot Rot Barat,” kata Sibral.
Dengan kondisi kampung yang tidak lagi layak huni, sebagian besar warga kini menempati titik pengungsian sementara. Kebutuhan logistik dan layanan kesehatan masih sangat dibutuhkan menyusul meningkatnya jumlah warga terdampak.
Sementara itu Gubernur Aceh Mualem bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke titik pengungsian di Masjid Meunasah Manyang, Meureudu. Ia menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa kebutuhan pokok bagi para pengungsi.
Mualem menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat dalam kondisi sulit seperti saat ini.
“Kami akan terus hadir membantu warga sampai kondisi pulih. Pemerintah Aceh memastikan bantuan tidak terputus,” kata Mualem.






