Bener Meriah (KANALACEH.COM) – Proses evakuasi korban, pembukaan akses jalan hingga penyaluran logistik lewat darat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh terancam terhenti karena pasokan BBM hanya cukup untuk hari ini, Minggu (7/12).
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi memastikan besok Senin (8/12) jika BBM tidak sampai ke Bener Meriah proses evakuasi terpaksa dihentikan.
“Belum masuknya pasokan BBM jenis solar atau dexlite yang digunakan untuk proses evakuasi dan penerobosan jalan yang masih terisolir. Apabila sampai Senin (8/12), pasokan BBM belum masuk maka Senin terpaksa tidak ada aktivitas evakuasi dan logistik tidak bisa disalurkan,” kata Ilham saat dikonfirmasi, Minggu (7/12).
Baca: 46 Ribu Warga Bener Meriah Masih Terisolasi Imbas Banjir Longsor, Logistik Menipis
Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Pertamina namun sampai saat ini pasokannya masih belum datang. Sementara 46 ribu masyakat di sana masih terisolir dan butuh bantuan logistik.
“46 ribu masyarakat masih terisolir yang mengakibatkan pasokan logistik hanya bisa disampaikan dengan jalan kaki karena alat berat belum dapat bekerja secara maksimal,” katanya.
Update data dari posko penanganan bencana Kabupaten Bener Meriah, kerusakan infrastruktur di wilayah itu cukup parah. 151 jembatan putus dan 43 titik jalan mengalami kerusakan.
Kemudian jumlah pengungsi di daerah itu berjumlah 28.888 jiwa dan korban meninggal dunia 35 orang, 28 orang lainnya dinyatakan hilang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan kondisi SPBU di Kabupaten Bener Meriah saat ini belum beroperasi karena jaringan listrik mengalami blackout.
Namun pihaknya terus bergerak untuk menyuplai BBM melalui skema alih suplai maupun dukungan moda distribusi alternatif di beberapa kabupaten terdampak.
“Di Kabupaten Bener Meriah, dari 4 SPBU seluruhnya masih belum beroperasi karena jaringan listrik mengalami blackout. Tim kami terus melakukan percepatan distribusi meskipun sebagian wilayah masih terkendala akses darat dan blackout listrik,” katanya.






