Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh selama 14 hari sejak 12 hingga 25 Desember 2025.
Keputusan ini diambil karena penanganan bencana masih membutuhkan upaya intensif, terpadu, dan terkoordinasi, mulai dari evakuasi, distribusi logistik, hingga perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas layanan publik.
Penetapan ini Mualem sampaikan di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (10/12) malam.
“Kita sudah servey ke lapangan kita butuh perpanjangan selaman 2 minggu lagi untuk kita rehabilitasi dan infrastruktur jadi ya perlu kita perpanjang,” kata Mualem saat jumpa pers.
Mualem mengakui dua minggu terakhir pihaknya berjibaku dalam memenuhi logistik para pengungsi yang jumlahnya 817 ribu lebih. Meskipun, kata dia hingga hari ini masih belum cukup.
“Ya kita pada prinsipnya akan mengusahakan semaksimal mungkin. Sudah kita siapkan, kita memang kurang, tapi ini kita akan perbaiki dan penuhi termasuk kebutuhan air bersih,” katanya.
Mualem juga meminta pihak terkait untuk mempercepat penyaluran BBM dan gas di lokasi yang kini masih terisolir seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur dan sebagian wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
“BBM kurang di sana, tapi kita kebut untuk buka akses,” ujarnya.
Dari data sementara Rabu (10/12), bencana banjir longsor yang menerjang Aceh sejak dua pekan terkahir menyebabkan 407 jiwa meninggal dunia, 31 hilang dan 3.845 luka-luka.
Bencana itu juga merusak 258 unit kantor, 207 rumah ibadah, 266 sekolah, 15 pondok pesantren, 132 rumah sakit dan puskesmas, 461 titik jalan, 332 jembatan dan 157.318 unit rumah warga.






