Pejalan Kaki dari Bener Meriah ke Aceh Utara Angkut Sembako Butuh Bantuan Medis

(IST)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Warga Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah yang mencari bahan pokok dengan jalan kaki ke Aceh Utara butuh kehadiran petugas medis di perbatasan daerah tersebut.

Mereka terpaksa berjalan kaki lebih 10 kilometer karena akses jalan utama yang menghubungkan daerah itu terputus imbas banjir longsor. Satu satunya jalan yaitu melewati Desa Kem, Kecamatan Permata, Bener Meriah.

Ketua Posko Rakyat di Bener Meriah Mahlizar mengatakan para penyintas banjir longsor di yang melewati Desa Kem dengan jalan kaki semakin ramai. Mereka umumnya membeli BBM hingga bahan pokok ke Aceh Utara karena stok logistik menipis.

‎”Lalu lalang orang sudah seperti pasar. Tidak sedikit pejalan kaki yang merasa kelelahan. Bahkan sakit karena medan yang dilalui sangat berat, jalanan setapak berlumpur sampai ke lutut,” kata Mahlizar kepada wartawan, Jumat (12/12).

Untuk itu menurutnya posko tenaga medis sangat diperlukan disana karena sangat membantu warga yang tengah ditimpa musibah bencana.

“Kami mengajak pihak-pihak terkait untuk untuk segera mendirikan posko kesehatan disana, banyak warga kelelahan karena menempuh jarak yang cukup jauh,” katanya.

Hingga Kamis (11/12) meskipun timbunan longsor sudah dibersihkan jalan yang baru di buat masih berlumpur belum memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan roda empat dan harus menunggu perbaikan dan pembukaan jalan baru selesai.

“Sangat melelahkan namun warga tetap berjibaku untuk menembus keterisoliran untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi mereka pasca bencana,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah membenarkan banyak warga yang memilih untuk berjalan kaki ke Aceh Utara untuk mencari BBM hingga bahan pokok.

Bahan pemda setempat juga terpaksa menggunakan jasa kuli panggul untuk memasok BBM dari Kabupaten Aceh Utara dengan berjalan kaki sepanjang 10 kilometer.

Hal itu dilakukan agar alat berat di daerah itu bisa beroperasi membuka akses jalan yang tertutup banjir dan longsor yang terjadi dua pekan lalu. Apalagi Bener Meriah sudah dua pekan tak dapat bantuan BBM.

“Benar (sewa jasa kuli panggul). Kondisinya saat ini kita belum menerima BBM yang dipasok melalui udara dari Pemerintah,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, Rabu (10/12).

Ilham mengatakan kuli panggul tersebut di bayar Rp 200 ribu per jerigen isi 25 liter dengan akses jalan kaki melewati jalur darat yang tertutup material lumpur dan kayu.

Related posts