(KANALACEH.COM) – Pemerintah Kota Medan, Sumatra Utara, memutuskan mengembalikan bantuan untuk korban banjir yang sebelumnya diterima dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
Bantuan tersebut berupa 30 ton beras serta 300 paket sembako, perlengkapan bayi, dan perlengkapan ibadah salat.
Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan keputusan itu diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurutnya, saat ini pemerintah pusat masih menyalurkan bantuan untuk penanganan banjir di Kota Medan, sehingga bantuan dari UEA dinilai tidak perlu disalurkan.
“Memang kita anggap pemerintah masih juga memberikan bantuan kepada kita juga pada Pemko Medan. Dan sudah berkoordinasi juga dengan BNPB ada baiknya untuk nanti diserahkan kembali kepada UEA,” kata Rico, Kamis (18/12).
Politikus Partai NasDem itu menyebutkan bantuan dari pemerintah UEA tersebut belum sempat disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir. Seluruh bantuan dikembalikan dalam kondisi lengkap.
“Pokoknya kita kembalikan lengkap. Kita mengembalikannya itu lengkap. Kita kan memang terus memberikan bantuan bantuan dari Medan,” ujarnya.
Terkait teknis pengembalian, Rico menyebut hal tersebut akan disesuaikan dengan mekanisme dari pihak UEA.
“Nanti mungkin teknisnya UEA sendiri, ya kita kembalikan lah ke UEA,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai adanya teguran dari pemerintah pusat atau pemprov terkait penerimaan bantuan tersebut, Rico tidak menjawab tegas.
“Pokoknya, intinya setelah berkoordinasi, keputusan dari Pemko Medan adalah untuk dikembalikan,” katanya. [CNN]






