Mualem Akui Ada Daerah Terisolir Pedalaman Belum Dapat Bantuan

Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem. (Kanal Aceh/Randi)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengakui masih banyak daerah yang terisolir belum tersentuh bantuan sama sekali karena akses jalur darat masih terputus dan transportasi udara masih minim.

Daerah tersebut kata Mualem di pedalaman Aceh Utara hingga di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah sebagian daerah itu belum mendapat bantuan 100 persen.

“Ada yang terisolir dan belum dapat 100 persen bantuan sembako, tentu kita akan jejaki lagi mana-mana yang belum dapat bantuan dan kita antar segera,” kata Mualem Jumat (19/12).

Menurut Mualem ada beberapa faktor yang menghambat distribusi bantuan mandek menuju daerah terisolir salah satunya yaitu medan yang dilalui. Terpaksa disalurkan melalui berjalan kaki hingga naik sepeda motor.

Baca: Masih Ada 430 Ribu Warga Aceh yang Terisolir

“Sulit (diakses) dengan medannya yang urgent dan bahaya terpaksa kita berjalan kaki, lewat sepeda motor dan helikopter,” katanya.

Dari data yang di update posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh per Sabtu (20/12) ada 430.316 warga masih terisolir dan tersebar di 41 kecamatan di 8 kabupaten terdampak bencana.

Rinciannya yaitu di Kabupaten Aceh Utara 2 kecamatan yaitu Sawang dan Langkahan. Lalu Aceh Timur di Kecamatan Serbajadi, di Aceh Tengah di Kecamatan Bintang, Ketol, Celala, Kute Panang, Silih Nara, Rusip Antara dan Kecamatan Linge.

Lalu di Bireuen di Kecamatan Kuta Blang, Gandapura, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan dan Kecamatan Juli. Kemudian di Kabupaten Gayo Lues ada Kecamatan Pining, Betung, Dabun Gelang, Tripe Jaya, Blangjerango, Rikit Gaib dan Pantan Cuaca.

Untuk Kabupaten Bener Meriah daerah yang masih terisolir yaitu jalan menuju Syiah Utama, Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Permata, Timang Gajah dan Mesida. Lalu di Kabupaten Nagan Raya yaitu di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala.

Kemudian di Aceh Tamiang rata-rata di semua pedalaman di 12 Kecamatan akses untuk jalan darat belum terbuka sepenuhnya. Penyaluran logistik dilakukan lewat udara hingga perahu dengan menyusuri sungai. Sementara akses darat hanya di bisa di lewati di sekitar pusat ibu kota Aceh Tamiang yaitu Kuala Simpang.

Related posts