Warga yang Desanya Hilang Tersapu Banjir di Aceh Utara Terima Bantuan

Warga yang Desanya Hilang Tersapu Banjir di Aceh Utara Terima Bantuan. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Warga Desa Lhok Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh yang mengungsi ke Desa Paya Rubek kembali menerima bantuan logistik setelah banjir bandang menghilangkan desa tersebut.

Desa tersebut lenyap dari peta setelah banjir bandang mengubah alur sungai dan menyeret rumah-rumah warga hingga tak berbekas. Puluhan kepala keluarga kini mengungsi dan meninggalkan jejak kehidupan yang telah berubah menjadi alur sungai baru.

Bantuan logistik itu disalurkan oleh Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir Senin (22/12/) malam ke Desa Paya Rubek. Lokasi tersebut menjadi tempat pengungsian warga Gampong Lhok Gunci yang kampungnya hilang diterjang bandang.

“Sebanyak 85 kepala keluarga mengungsi di Meunasah ini karena rumah mereka hilang tak berbekas. Kini, lokasi permukiman itu sudah menjadi alur sungai baru,” ujar Marlina Muzakir usai meninjau lokasi tersebut.

Menurut penuturan warga, sebelumnya rumah-rumah berada sekitar 70 hingga 150 meter dari bibir sungai. Namun banjir bandang datang menggerus daratan, memindahkan alur sungai, dan menghapus permukiman beserta kebun warga.

Bahkan, sejumlah pusara dilaporkan ikut tergerus, sebagian terpaksa direlokasi karena terbongkar.

Di posko pengungsian, Marlina berdialog langsung dengan warga dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak. Ia juga meninjau layanan kesehatan yang tersedia di lokasi.

“Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui harus menjadi prioritas. Pastikan obat-obatan tersedia dan segera laporkan jika stok menipis,” katanya.

Salah seorang pengungsi, Yusri (39), menceritakan detik-detik banjir bandang yang datang sekitar pukul 04.00 WIB. Ia mengaku sempat terpisah beberapa meter dari anaknya yang masih bayi akibat derasnya arus.

“Air datang sangat cepat dan deras. Alhamdulillah, keluarga saya selamat. Setelah itu saya menyisir lokasi dan membantu evakuasi warga lain. Total 26 orang berhasil kami selamatkan,” ujar Yusri.

Saat air surut, rumah dan tapak tanah miliknya sudah hilang. Yang tersisa hanyalah alur sungai baru di lokasi bekas kampung mereka.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan rumah sekaligus kampung halaman mereka akibat bencana.

Related posts